
Adi kurdi - INSTAGRAM PENGABDI FILM
JawaPos.com - Kepergian aktor senior Adi Kurdi pada Jumat (8/5) pukul 11.30 WIB di rumah sakit Pusat Otak Nasiona (PON), Cawang, Jakarta Timur, tentu menyisakan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan. Meski begitu, keluarga bisa sedikit lega karena pemeran Abah dalam sinetron Keluarga Cemara meninggal pada waktu yang baik.
Diungkapkan Tuti selaku istri, Adi Kurdi mengembuskan napas terakhirnya di waktu yang baik. Karena pada bulan ini adalah bulan Ramadan sekaligus bulan Mei yang bagi umat Katolik dikenal dengan bulan Maria.
"Meninggalnya di hari yang baik. Kemarin Waisak, di bulan Ramadan, Kristen juga ini masa paskah, bagi Katolik ini bulan Maria. Jadi kehendak Tuhan itu memang mahabaik untuk umatnya," ungkap Tuti melalui sambungan telepon, Jumat (8/5).
Meninggalnya Adi Kurdi di momen yang baik ini bagi sejumlah agama dianggap Tuti menjadi simbolisasi dari sikap almarhum semasa hidupnya yang sangat toleran kepada pemeluk agama berbeda. "Almarhum dipanggil pulang pada waktu dan hari baik untuk semua agama. Itu persis seperti Mas Adi. Mas Adi sangat toleransi sekali," tutur Tuti yang merupakan adik dari sastrawan WS Rendra itu.
Jenazah Adi Kurdi kini berada di rumah duka di Aula Rendra yang terletak di bilangan Cipayung, Jakarta Timur. Jenazah almarhum tidak akan dimakamkan hari ini.
Dalam kesempatan itu Tuti melarang wartawan untuk melakukan liputan pada hari ini karena keluarga masih berduka atas meninggalnya Adi Kurdi. Dia meminta awak media untuk melalukan liputan pada Sabtu (8/5).
"Jangan sekarang, kita belum siap. Kalau mau datang besok, wartawan-wartawan semua, saya minta datang besok. Tolong sampaikan sama teman-teman wartawan. Dengan rendah hati kami kabarkan dan kami informasikan kepada wartawan agar datang besok, Sabtu (8/5)," paparnya.
Adi Kurdi meninggal di RS PON Cawang, Jakarta Timur, akibat penyakit tumor otak dan terjadi penyumbatan pada bagian otaknya. Dia mengembuskan napas terakhir dalam usia 71 tahun.
Adi Kurdi terjun ke dunia hiburan tanah air sejak 1970-an. Dia memulai karir lewat pangggung teater. Karena kemampuan aktingnya yang ciamik, dia pun dipercaya memainkan peran utama dalam pementasan teater Kisah Perjuangan Suku Naga. Sukses di panggung teater, Adi Kurdi kemudian melebarkan karir dengan bermain sinetron dan film. Dia sempat bermain dalam sinetron berjudul Keluarga Cemara, Ali Topan Anak Jalanan, dan yang lainnya.
Sementara di dunia film, sudah puluhan judul film dibintanginya. Beberapa di antaranya adalah Bukan Istri Pilihan, Putri Seorang Jenderal, Bunga Bangsa, RA Kartini, Hatiku Bukan Pualam, Opera Jakarta, Surat untuk Bidadari, Anak-Anak Borobudur, Ratu Kostmopolitan, Bulan di Atas Kuburan, dan yang lainnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=lcgjvICMfF4
https://www.youtube.com/watch?v=5OAiwA7ZNvQ
https://www.youtube.com/watch?v=2Y86hriE71A

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
