
Lee Jong Suk dideportasi dari Indonesia karena telah menyalahi izin imigras, Senin (5/11).
JawaPos.com - Yes24 Ent. Indonesia yang bertanggungjawab atas digelarnya fan meeting Lee Jong Suk di Jakarta, Sabtu (3/11) lalu akhirnya buka suara. Mereka menyatakan, insiden dideportasinya Lee Jong Suk karena masalah visa disebabkan pihaknya ditipu oleh pihak ketiga.
Hal tersebut disampaikan oleh pihak Yes24 Ent. Indonesia melalui siaran pers mereka, Rabu (7/11). Perwakilan Yes24 Ent. Indonesia mengatakan pihaknya menemukan penipuan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan.
"Penipuan ini berupa pengurusan visa yang dilakukan oleh visa konsultan yang ditunjuk oleh Yes24 Ent. Indonesia. Penggunaan visa konsultan oleh penyelenggara pada suatu acara adalah hal yang lumrah dilakukan," ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut juga untuk mengklarifikasi isu penyalahgunaan pajak yang berkembang merupakan suatu hal yang tidak benar. Sebab yang terjadi adalah penipuan visa konsultan kepada Yes24 Ent. Indonesia.
"Kami telah melakukan kewajiban terkait pengurusan visa beberapa bulan sebelum acara berlangsung, dan mendekati hari acara mendapatkan laporan bahwa terjadi masalah internal pada pengurusan visa tersebut yang dapat mengakibatkan acara tidak dapat dilaksanakan. Namun kemudian kami mendapat laporan dari visa konsultan bahwa masalah tersebut telah selesai dan kami percaya pada informasi tersebut," terangnya.
Oleh karena itu, fan meeting bertajuk Crank Up itu pun tetap dilaksanakan sesuai jadwal di lokasi yang sama, The Hall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (3/11). Pihaknya juga mengklaim baru mengetahui bahwa ternyata yang diterbitkan adalah visa turis atau visa kunjungan untuk Lee Jong Suk dan staf, setelah mereka tiba di Jakarta pada Jumat (2/11).
Pihaknya pun langsung memperbaiki kesalahan tersebut melalui proses yang ada dengan tetap melaksanakan acara yang sudah dijadwalkan. Mereka bahkan memperbaiki hal tersebut tanpa memberikan informasi bahwa ada masalah kepada Lee Jong Suk dan stafnya.
Harapannya adalah agar isu tersebut dapat segera diselesaikan, mengingat setelah acara selesai pihaknya telah mendapat laporan dari petugas imigrasi bahwa terdapat masalah akan hal itu.
"Kami ingin meminta maaf dikarenakan proses menyelesaikan isu ini, terjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan untuk aktor Lee Jong Suk dan staf rombongan," sambungnya.
Yes24 Ent. Indonesia mengatakan, pihaknya tetap bertanggungjawab sampai sang aktor beserta staf rombongannya kembali dengan selamat ke Korea Selatan. Tidak hanya itu, Yes24 Korea sebagai kantor pusat Yes24 juga telah secara langsung mendatangi agensi aktor Lee Jong Suk dan tim untuk menyampaikan permintaan maaf dan berencana untuk diskusi lebih lanjut terkait kompensasi dari kejadian ini.
Saat ini, katanya, Yes24 Ent. Indonesia sedang dalam pembicaraan untuk mencari langkah apa yang akan dilakukan atas kerugian moril dan materil yang disebabkan adanya penipuan oleh pihak ketiga tersebut. Pihaknya juga mengakui kelalaian percaya pada informasi yang diberikan oleh visa konsultan tersebut.
"Kami juga berfokus pada permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada Lee Jong Suk termasuk staf dan manajemennya. Terutama kepada para penggemar, dimana kejadian ini menjadi pelajaran yang sangat berharga dan teguran keras bagi kami untuk bekerja dengan lebih baik lagi," pungkasnya.
Setelah menyelesaikan fan meeting-nya, Lee Jong Suk dan rombongan sedianya kembali ke Korea dengan penerbangan malam hari pada Minggu (4/11). Namun adanya penyalahgunaan visa yang disebut Yes24 Ent. Indonesia karena pihaknya ditipu, pemain film V.I.P beserta rombongannya tidak bisa pulang ke Korea.
Mereka tertahan hingga Senin (5/11) malam dan baru bisa kembali ke Korea di hari yang sama pukul 21.00 WIB. Lee Jong Suk dan staf dibantu oleh pihak Kedutaan Korea di Indonesia sehingga bisa kembali ke negaranya.
Atas kejadian ini pula, agensinya, yakni A-man Project sebelumnya menyatakan akan melakukan tindakan hukum kepada promotor, dalam hal ini adalah Yes24 Ent. Indonesia karena telah menyebabkan kerugian secara ekonomi dan psikologis kepada artis dan manajemennya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
