Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Oktober 2019 | 05.23 WIB

Perjuangan Zaskia Adya Mecca Urus 3 Anaknya yang Mengidap Asma

zaskia adya mecca (rieska) - Image

zaskia adya mecca (rieska)

JawaPos.com - Tidak mudah bagi Zaskia Adya Mecca untuk menjadi seorang ibu. Istri sutradara Hanung Bramantyo itu sudah 9 tahun berjuang mengurus sang suami dan tiga anaknya yang mengidap asma.

Dalam diskusi dengan tema 'Pengobatan Asma yang Lebih Baik di Puskesmas Dapat Meningkatkan Pengendalian Penyakit dan Mengurangi Beban Ekonomi' di Jakarta, Senin (14/10), ia berbagi cerita bagaimana kepanikannya menghadapi tiga anaknya yang tiba-tiba terserang asma. Zaskia juga sudah berulang kali menghadapi masa-masa gawat yang dialami anak-anaknya.

"Tiga dari empat anak saya itu sakit asma. Saya pernah mengalami kejadian gawat sekali, salah satu anak saya nggak bisa napas karena batuk-batuk di tol. Saat itu kami cari RS langsung bawa ke UGD segera dapatkan penanganan. Bayangkan saat itu saya dan suami saya sudah panik banget," kata Zaskia.

Awalnya, Zaskia tak mengetahui tiga anaknya mengalami asma karena hanya batuk dan pilek biasa. Namun lama kelamaan, Zaskia curiga karena bunyi tarikan napas tiga anaknya sangat dalam.

"Saya tak tahu awalnya gejala asma. Ketika anak batuk dan pilek bisa 1 minggu lebih dan selama 1 bulan bisa berulang kembali. Kok berat banget. Karena suami saya kena asma juga, saya curiga, itu bukan cuma batuk pilek biasa. Bentuk tarikan di rongga dada sangat dalam dan napasnya bunyi 'ngik'," jelasnya.

Sejak pengalaman tersebut, Zaskia jadi sudah mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dalam menangani anak-anaknya yang mengidap asma. Dia berharap para ibu bisa memahami gejala asma dan mengetahui langkah-langkah yang harus diperhatikan saat anak terkena asma.

"Saya berharap di tiap puskesmas ada alat nebulizer untuk menangani kegawatdaruratan," katanya.

Zaskia juga mengaku sudah mencari dokter spesialis paru-paru anak yang cocok ke berbagai tempat. Hampir semua rumah sakit di Jakarta yang memiliki spesialis penyakit paru-paru sudah didatanginya.

"Hanya dua dokter yang cocok, usianya sudah sepuh-sepuh umur 80an. Saya berharap mereka berdua diberi umur panjang atau semakin banyak regenerasi para dokter yang bagus-bagus," jelasnya.

Ketika sudah mengetahui pemicu asma anak-anaknya, kini Zaskia sudah mulai bisa mengendalikan keadaan. Asma anak-anaknya hampir tidak pernah kambuh lagi.

"Anak saya itu kalau ke dokter dikasih obatnya racikan semuanya, dan tergantung dosisnya bisa dikurangi sedikit demi sedikit. Nah, kalau pakai inhaler itu dikasih tahu dokter hanya untuk anak di atas 8 tahun. Bahaya kalau dipakai terlalu banyak," ujarnya.

Langkah lain yang juga dilakukannya adalah melakukan tes alergi pada anak-anaknya agar diketahui apa alergen yang bisa memicu asma anaknya kambuh.

"Ada tes alergi lewat tes darah. Bisa mendeteksi 53 alergi. Semuanya beda. Anak yang satu alergi kucing, yang satu lagi alergi keju mozarela," ungkapnya.

Untuk para ibu yang punya anak dengan gangguan asma, Zaskia menyarankan agar mereka bisa terbuka untuk berbagi pengalaman dan mencari informasi dari banyak sumber.

"Sharing, konsultasi, dan edukasi soal asma wajib diketahui dan harus mudah diakses termasuk fasilitas memadai seperti puskesmas," tandasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore