
Helen Sparingga mengaku tak ada tanda-tanda Mus Mulyadi akan meninggal. (Aginta Kerina/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dunia permusikan Indonesia kembali berduka, penyanyi senior Mus Mulyadi meninggal dunia pada hari ini, Kamis (11/4) pagi.
Ditanya kenangan dengan suaminya, Helen Sparingga mengungkapkan bahwa ia dan suami selalu menghabiskan waktu bersama untuk membaca kitab suci. Terlebih, semenjak penglihatan Mus Mulyadi hilang pada 2009.
"Mas Mul selalu bilang semangat sama anaknya. Setiap hari video call sama cucunya. Nggak ada pesan. Suamiku selalu semangat, senang hidupnya. Bahagia saya disampingnya. Terus, saat dia buta, saya nggak pernah pergi-pergi. Kalau mau pergi berdua. Kami selalu baca firman bersama," ungkap Helen saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Kamis (10/4).
Selama hidup, Helen mengingat suaminya adalah sosok yang pendiam. Mus Mulyadi juga disebut sebagai sosok yang selalu mengalah. Selama 44 tahun bersama, Helen mengatakan mereka selalu melewatkan momen tahun baru bersama.
“Mas Mul itu sosok yang pendiam, baik, selalu ngalah untuk saya, dewasa untuk saya. Saya bertemu di tahun baru, tahun 74. Lalu, tahun 75 menikah. Setiap tahun baru bersama, nggak mau pisah. 44 tahun kami bersama terus di tahun baru," ujar Helen.
Photo
Helen Sparingga mengaku sudah merelakan Mus Mulyadi pergi meninggalkannya duluan. (Aginta Kerina/JawaPos.com)
Oleh karenanya, Helen tak menyangka tahun ini adalah akhir kebersamaan mereka. Berusaha kuat, ia pun mengaku sudah merelakan suaminya itu pergi kembali pada sang pencipta.
"Ternyata itu (2019) tahun baru terakhir buat kami sama Mas Mul. Tapi, saya memang berdoa saat ketemu mas Mul pertama kali 'saya mau suami itu (Mus Mulyadi)'. Ternyata tuhan memberikan dia jodoh saya, dan sekarang dia meninggalkan saya. Saya percaya dia orang kuat. Marah pun nggak pernah, di wajahnya kalau marah keliatan marah, setelah itu dia memaafkan. Orang baik dia, temennya banyak," ujar Helen.
"Tuhan sudah menyiapkan dia pulang duluan. Padahal, dia selalu bilang sama-sama kalau pulang. Tapi, ya duluan. Dia sebetulnya belum mau meninggalkan kita, tapi Tuhan sudah memanggil dia. Kami rela. Saya tadi bilang, saya rela mas Mul," tandas Helen menyembunyikan kesedihannya di balik kacamata hitam.
Mus Mulyadi meninggal dunia di usia 73 tahun. Ia akhirnya kalah melawan penyakit diabetes yang dideritanya sejak 1984.
Photo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
