
Logo YG Entertainment di gedung YG, kawasan Hongdae, Seoul, Korea Selatan
JawaPos.com - Badan Layanan Pajak Nasional Korea (NTS) saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap YG Entertainment atas dugaan penggelapan pajak. NTS menduga, kemungkinan besar YG Entertainment menghindari pembayaran pajak dengan cara melaporkan keuntungan dari konser artis-artisnya di luar negeri serta menyembunyikan properti dan asetnya di luar negeri.
Melansir Koreaboo, pada Rabu (20/3), Kantor Pajak Daerah Seoul mengambil hampir 100 karyawan untuk mengumpulkan berbagai dokumen dan data dari perusahaan tersebut, Yang Hyun Suk, serta perusahaan lain yang dimilikinya.
Sebelumnya, mereka juga berhasil mengamankan detail keuangan dari konser yang digelar YG Entertainment di luar negeri dalam lima tahun terakhir dari Biro Penelitian Perdagangan Internasional. Data-data tersebut akan dikumpulkan dan dibandingkan dengan informasi yang diperoleh dari Biro Penelitian untuk menemukan perbedaannya.
Orang dalam industri hiburan mempercayai bahwa sulit bagi YG Entertainment untuk melaporkan penghasilan terperinci mereka dari berbagai pertunjukan di luar negeri oleh artis-artisnya seperti Bigbang, 2NE1, PSY. Mereka bahkan percaya bahwa YG tidak bisa mengikuti hukum pajak setempat dari negara-negara yang dikunjunginya.
Adapun NTS hanya bisa memahami hingga titik tertentu atas jumlah uang yang diperoleh dari royalti dan hak cipta pertunjukan luar negeri mereka melalui Unit Intelejen Keuangan Korea. Hal tersebut dikarenakan terdapat regulasi kontrak sehingga detail keuntungan dari penampilan di Jepang, Tiongkok, dan Asia Tenggara kemungkinan tidak bisa sepenuhnya terungkap.
Tidak hanya itu, NTS juga memeriksa apakah YG Entertainment dan Yang Hyun Suk telah menahan keuntungan dari luar negeri itu dengan 'memarkir' mereka atau sengaja menyembunyikannya. NTS mencari untuk melihat apakah YG memiliki aset bernilai tinggi yang disembunyikan seperti lukisan atau bangunan.
Termasuk juga pemeriksaan atas kemungkinan Yang Hyun Suk melakukan penghindaran pajak dari klub yang dimilikinya seperti Love Signal yang berada di kawasan Mapo. Klub tersebut diketahui didaftarkan sebagai restoran umum sementara praktiknya merupakan tempat hiburan dewasa yang mendapat beban pajak lebih tinggi dibanding restoran umum.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
