
Titik Nol IKN Nusantara. M. Ghofar/Antara
JawaPos.com–Berdasar riset Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sebanyak 78,19 persen masyarakat inti kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menyetujui pemindahan IKN ke Kaltim.
”Riset ini dilakukan teman-teman peneliti Balitbangda Kaltim tahun ini, di empat kecamatan kawasan inti IKN yang tersebar di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara,” ujar Plt Kepala Balitbangda Kaltim Fitiriansyah seperti dilansir dari Antara di Samarinda.
Riset dilakukan pada 400 responden di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kemudian di tiga kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, yakni Kecamatan Loa Kulu, Samboja, dan Kecamatan Muara Jawa.
Dari 400 responden tersebut, lanjut dia, dari pertanyaan yang diajukan peneliti yakni, apakah setuju dengan pemindahan IKN ke Kaltim, sebanyak 13,78 persen menjawab sangat setuju, 64,41 persen menjawab setuju, sehingga total ada ada 78,19 persen menyetujui pemindahan IKN Nusantara.
Sedangkan selebihnya sebanyak 4,26, lanjut Ipit, sapaan akrab Fitiriansyah, menjawab tidak setuju dan 17,54 persen menjawab biasa saja atau netral.
”Jadi kesimpulannya, mayoritas masyarakat inti IKN setujui dengan pemindahan IKN,” ujar Fitiriansyah.
Dia menjelaskan, dari riset itu, masyarakat inti IKN meyakini bahwa pembangunan IKN Nusantara di Kaltim akan berdampak positif terhadap banyak hal.
"Menurut masyarakat, ada tiga risiko dalam pembangunan IKN. Yaitu kerawanan keamanan dan pertahanan nasional, konflik agraria, dan konflik sosial. Namun tiga hal menurut persepsi masyarakat ini sedang dikelola pemerintah agar tidak terjadi,” papar Fitiriansyah.
Sementara itu, salah seorang peneliti dari Balitbangda Kaltim Yuli Fitrianto menambahkan, 400 responden tersebut berasal dari berbagai kalangan yang berusia 17 tahun ke atas. Mulai dari pelajar, mahasiswa, petani, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, pengusaha, dan pegawai negeri.
Yuli mengatakan, ada sejumlah pertanyaan yang diajukan responden dalam riset dengan judul Kajian Persepsi Masyarakat Kaltim Terhadap Pemindahan IKN tersebut. Antara lain pertanyaan tentang keberlanjutan pembangunan IKN, manfaat dalam teknologi, komunikasi, dan beberapa pertanyaan lain.
”Sampel yang kami gunakan untuk menghitung adalah dengan rumus Slovin, sedangkan kelonggaran ketidaktelitian dari kemungkinan kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir dalam penelitian ini adalah 5 persen,” terang Yuli.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
