
KUNJUNGAN PERDANA: Didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, Presiden Joko Widodo (kanan) meninjau lokasi ibu kota negara baru di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, PPU, Selasa (17/12) sore. Dengan latar belakang topografi yang berbukit-bukit
JawaPos.com - Penanganan wabah Covid-19 membutuhkan biaya besar. Banyak anggaran yang akan tersedot untuk mengatasi virus tersebut. Pemerintah pun diminta membatalkan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN), karena proyek itu memerlukan anggaran yang tidak sedikit.
Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan, semakin banyak masyarakat yang terjangkit Covid-19. Dengan banyaknya pasien yang ditangani, dan pencegahan yang harus dilakukan, maka pemerintah membutuhkan cukup besar. "Jumlah orang yang positif korona semakin bertambah, tidak tahu berapa lagi yang akan kena," kata dia.
Tidak mudah bagi pemerintah untuk mengatasinya, karena virus itu sudah menyebar luas dan sangat cepat menjangkiti masyarakat. Dampak dari virus itu sangat banyak. Salah satunya dampak ekonomi. Banyak negara yang ekonominya terdampak, karena pandemi global Covid-19.
Dengan banyaknya masalah, maka pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap proyek besar, seperti rencana pemindahan ibu kota. Menurut dia, proyek besar itu lebih baik dibatalkan, karena membutuhkan anggaran besar. "Anggaran negara kan sudah tersedot ke penanganan korona," ungkap dia.
Apalagi, kata dia, sampai sekarang anggaran pemindahan ibu kota memang tidak ada. Jika pembiayaan proyek IKN diserahkan ke swasta, belum tentu ada pihak swasta yang mau membiayai. Atau tukar guling dengan aset negara. "Itu juga masih tanda tanya," terang pengajar Universitas Al-Azhar Indonesia itu.
Jadi, pemerintah perlu mengambil langkah tegas dengan membatalkan rencana pemindahan ibu kota. Itu lebih baik daripada pemerintah memaksakan pemindahan IKN dalam kondisi ekonomi yang sedang sulit
Terpisah, Anggota DPR RI Irwan mengatakan, walaupun pemerintah menghadapi banyak permasalahan, rencana pemindahan ibu kota harus tetap dilaksanakan. Apalagi sekarang, kata dia, pemerintah sedang menyiapkan naskah akademik dan draf RUU IKN.
Legislator asal Dapil Kalimantan Timur (Kaltim) itu mengatakan, bulan lalu Presiden Joko Widodo menyatakan akan menyerahkan draf RUU IKN akhir Maret. Maka, pihaknya pun menagih janji itu dan meminta pemerintah menyerahkan draf RUU sesuai waktu yang dijanjikan. "Yang paling penting itu RUU-nya dulu," terang dia.
Irwan mengatakan, penyerahan naskah akademik dan draf RUU tidak boleh ditunda-tunda lagi. Apalagi, ucapnya, pemerintah ingin memindahkan ibu kota pada 2024. Maka, butuh persiapan yang matang. Persiapan pertama tentu adalah pembentukan undang-undang. Regulasi itu yang harus dituntaskan terlebih dahulu.
Selain undang-undang, kata dia, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan disiapkan pemerintah. Pertama, penyiapan sumber daya manusia lokal. Nanti akan banyak yang masuk Kaltim, maka masyarakat lokal harus disiapkan. Mereka bisa dilibatkan dalam Badan Otoritas IKN, dan juga dimasukkan dalam struktur ibu kota yang baru nanti. "Masyarakat Kaltim harus punya pernah. Maka dari itu sumber daya manusia lokal harus disiapkan," papar politikus Partai Demokrat itu.
Selanjutnya, pemerintah juga harus melakukan pemeratan pembangunan infrastruktur. Menurut dia, yang dibangun tidak cukup hanya empat kabupaten/kota yang ditempati IKN dan terdampak langsung, tapi juga seluruh daerah yang ada di Kaltim. Pembangunan infrastruktur harus merata.
Tidak hanya itu, pembangunan ekonomi juga harus merata. Bukan hanya di perkotaan, tapi juga di daerah pendesaan. Ekonomi mereka harus dibangun, sehingga tidak ada kesenjangan ekonomi. Begitu juga soal lingkungan. Pembangunan IKN harus memperhatikan ekosistem yang ada. "Konsep smart and green harus betul-betul diterapkan," ungkap dia.
Dan yang tidak kalah pentingnya, tambah Irwan, pembangunan IKN harus memperhatikan budaya lokal. Kearifan lokal harus tetap dipertahankan. Jangan sampai proyek itu mengerus dan mengabaikan budaya lokal Katim.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
