Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Desember 2022 | 20.38 WIB

78,19 Persen Masyarakat Inti Setuju Pemindahan IKN

Titik Nol IKN Nusantara. M. Ghofar/Antara - Image

Titik Nol IKN Nusantara. M. Ghofar/Antara

JawaPos.com–Berdasar riset Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sebanyak 78,19 persen masyarakat inti kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menyetujui pemindahan IKN ke Kaltim.

”Riset ini dilakukan teman-teman peneliti Balitbangda Kaltim tahun ini, di empat kecamatan kawasan inti IKN yang tersebar di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara,” ujar Plt Kepala Balitbangda Kaltim Fitiriansyah seperti dilansir dari Antara di Samarinda.

Riset dilakukan pada 400 responden di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kemudian  di tiga kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, yakni Kecamatan Loa Kulu, Samboja, dan Kecamatan Muara Jawa.

Dari 400 responden tersebut, lanjut dia, dari pertanyaan yang diajukan peneliti yakni, apakah setuju dengan pemindahan IKN ke Kaltim, sebanyak 13,78 persen menjawab sangat setuju, 64,41 persen menjawab setuju, sehingga total ada ada 78,19 persen menyetujui pemindahan IKN Nusantara.

Sedangkan selebihnya sebanyak 4,26, lanjut Ipit, sapaan akrab Fitiriansyah, menjawab tidak setuju dan 17,54 persen menjawab biasa saja atau netral.

”Jadi kesimpulannya, mayoritas masyarakat inti IKN setujui dengan pemindahan IKN,” ujar Fitiriansyah.

Dia menjelaskan, dari riset itu, masyarakat inti IKN meyakini bahwa pembangunan IKN Nusantara di Kaltim akan berdampak positif terhadap banyak hal.

"Menurut masyarakat, ada tiga risiko dalam pembangunan IKN. Yaitu kerawanan keamanan dan pertahanan nasional, konflik agraria, dan konflik sosial. Namun tiga hal menurut persepsi masyarakat ini sedang dikelola pemerintah agar tidak terjadi,” papar Fitiriansyah.

Sementara itu, salah seorang peneliti dari Balitbangda Kaltim Yuli Fitrianto menambahkan, 400 responden tersebut berasal dari berbagai kalangan yang berusia 17 tahun ke atas. Mulai dari pelajar, mahasiswa, petani, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, pengusaha, dan pegawai negeri.

Yuli mengatakan, ada sejumlah pertanyaan yang diajukan responden dalam riset dengan judul Kajian Persepsi Masyarakat Kaltim Terhadap Pemindahan IKN tersebut. Antara lain pertanyaan tentang keberlanjutan pembangunan IKN, manfaat dalam teknologi, komunikasi, dan beberapa pertanyaan lain.

”Sampel yang kami gunakan untuk menghitung adalah dengan rumus Slovin, sedangkan kelonggaran ketidaktelitian dari kemungkinan kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir dalam penelitian ini adalah 5 persen,” terang Yuli.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore