JawaPos.com - Meski digadang sebagai wilayah Ibukota Negara pada tahun 2024, kondisi kelistrikan di Provinsi Kalimantan Timur masih cukup memprihatinkan. Belum adanya pemerataan sumber energi listrik masih menjadi masalah di wilayah yang kaya akan sumber daya alam ini.
Jika menyesuaikan dengan target pemerintah pusat, capaian rasio elektrifikasi di tiap daerah ditarget bisa mencapai 100 persen pada 2024. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur mencatat, per September 2023 sebanyak 169 desa di Kalimantan Timur belum tersentuh aliran listrik dari PLN.
Menurut Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kalimantan Timur Mashur Sudarsono Wira Adi, 169 desa yang belum dialiri listrik PLN itu tersebar di beberapa kabupaten. Diantaranya di kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu. "Terutama di Kutai Barat dan Mahakam Ulu ya, itu yang masih banyak," ungkap Mashur pada Rabu (1/11).
Dikutip dari KaltimPost (Jawa Pos Group), sebagian besar desa yang belum teraliri listrik ini berada di wilayah pedalaman dan perbatasan dengan akses yang masih terbatas. Sehingga terjadi kesulitan dalam pembangunan jaringan listrik.
Kondisi yang terjadi, selama ini desa-desa ini memperoleh sumber listrik dengan cara mandiri. Yaitu dengan menggunakan genset dan bantuan Pembangkit Tenaga Surya (PLTS) dari pemerintah.
Padahal ia menyebutkan jika kondisi kelistrikan pada Sistem Mahakam surplus sebesar 400 Mega Watt. Sistem Mahakam mengaliri empat daerah di Kaltim yaitu Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, dan Bontang.
"Sayangnya kelebihan daya itu tak bisa disalurkan ke daerah yang belum tersentuh aliran listrik karena belum ada jaringan listrik pengubungnya. Kalaupun ada, terkadang sumber listriknya yang belum tersedia," ungkap Mashur.
Dijelaskannya, suplai kelistrikan di Kalimantan Timur juga sangat memadai dengan adanya Sistem Borneo yang menghubungkan antar provinsi di Kalimantan. Mulai dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Mashur mengungkap bahwa pihaknya terus berusaha untuk melakukan pemerataan aliran listrik ke desa-desa, terutama desa yang belum tersentuh aliran listrik.
Tahun ini PLN menarget akan mengaliri listrik ke 71 desa di Kalimantan Timur. Total itu terbilang cukup banyak bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dimana PLN hanya menarget sekitar 25-30 desa per tahun.
Pemerintah Provinsi Kalimantan melalui Dinas ESDM turut memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik. Sebanyak 42 PLTS di bangun di desa terpencil yang tidak teraliri PLN. Tahun depan, Pemprov akan memulai 2.000 sambungan listrik bagi keluarga pra sejahtera.