
Ilustrasi umat merayakan Tahun Baru Imlek 2026 dengan pakaian merah. (pexels/RDNE Stock project)
JawaPos.com - Saat perayaan Tahun Baru Imlek tiba, kamu pasti sering melihat dominasi warna merah di mana-mana. Mulai dari pakaian, dekorasi rumah, lampion, hingga amplop angpao, semuanya identik dengan warna yang mencolok ini.
Bahkan, banyak orang sengaja membeli baju baru berwarna merah khusus untuk dikenakan saat hari raya. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa harus pakai baju merah saat Imlek? Apakah sekadar tradisi turun-temurun, atau ada makna mendalam di baliknya?.
Ternyata, penggunaan warna merah dalam perayaan Imlek bukan tanpa alasan. Ada sejarah, filosofi, hingga kepercayaan budaya yang sudah diwariskan selama ribuan tahun.
Menurut legenda yang berkembang dalam budaya Tiongkok, dahulu kala ada makhluk buas bernama Nian yang muncul setiap pergantian tahun dan meneror penduduk desa. Makhluk ini dipercaya takut pada warna merah, suara keras, dan cahaya terang.
Karena itulah masyarakat mulai menghias rumah dengan kain merah, menyalakan petasan, serta mengenakan pakaian merah untuk mengusir makhluk tersebut. Seiring waktu, tradisi ini terus diwariskan dan menjadi simbol perlindungan dari energi buruk di tahun yang baru.
Dalam budaya Tionghoa, warna merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, kemakmuran, dan semangat baru. Saat kamu memakai baju merah di hari Imlek, itu bukan sekadar pilihan fashion, melainkan simbol harapan agar tahun yang dijalani dipenuhi rezeki dan hal-hal baik.
Warna merah juga dipercaya membawa energi positif dan semangat optimisme. Itulah sebabnya warna ini mendominasi hampir seluruh elemen perayaan, mulai dari dekorasi rumah hingga aksesori yang kamu kenakan.
Selain melambangkan kebahagiaan, merah juga dianggap sebagai warna penolak bala. Banyak keluarga percaya bahwa mengenakan baju merah saat Imlek dapat melindungi diri dari kesialan dan energi negatif sepanjang tahun.
Bahkan, tidak sedikit orang tua yang membelikan pakaian merah baru untuk anak-anak mereka sebagai simbol awal yang bersih dan penuh keberuntungan. Tradisi ini terus bertahan karena diyakini membawa dampak baik secara spiritual maupun psikologis.
Selain warna merah, tradisi mengenakan pakaian baru juga menjadi bagian penting dari perayaan. Baju baru melambangkan awal yang baru, meninggalkan hal-hal buruk di tahun sebelumnya, serta menyambut lembaran kehidupan yang lebih baik.
Ketika kamu mengenakan pakaian baru berwarna merah, maknanya menjadi semakin kuat: kamu siap menyambut tahun baru dengan harapan, semangat, dan doa baik untuk masa depan.
Meski merah adalah warna utama dalam perayaan Imlek, kamu sebenarnya tidak selalu harus memakai merah sepenuhnya. Warna emas, kuning, dan oranye juga sering digunakan karena melambangkan kemakmuran dan kekayaan.
Namun, warna hitam dan putih biasanya dihindari karena dalam budaya Tionghoa, kedua warna tersebut identik dengan suasana duka. Jadi, kalau kamu ingin tetap mengikuti tradisi sekaligus tampil stylish, pilihlah kombinasi merah dengan aksen emas agar tetap elegan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
