
Potongan arsip menampilkan Munir Said Thalib di film Kiri Hijau Kanan Merah. (YouTube Watchdoc Documentary)
JawaPos.com – 7 September lalu tepat 21 tahun wafatnya Munir Said Thalib, salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.
Aktivis yang vokal membela korban pelanggaran HAM ini wafat pada 7 September 2004 akibat diracun dalam penerbangan menuju Belanda.
Hingga kini, sosok Munir terus dikenang sebagai simbol keberanian melawan ketidakadilan. Setiap tanggal 7 September, namanya kembali diingat oleh publik, khususnya aktivis HAM di Indonesia.
Untuk mengenang perjuangannya, sejumlah sineas Indonesia telah mengangkat kisah Munir ke dalam medium film. Berikut tiga film yang mengangkat kisah sang pejuang HAM, Munir.
Bunga Dibakar adalah film dokumenter yang disutradarai oleh Ratrikala Bhre Aditya. Dilansir dari archive.org (9/9), film berdurasi 46 menit ini berkisah tentang perjalanan hidup Munir sebagai seorang suami, saudara, dan teman.
Tidak hanya perjalanan hidup, film ini juga menampilkan perkembangan kejiwaan serta pergolakan batin Munir.
Munir yang semula aktivis muslim ekstrem, berubah menjadi seorang yang toleran, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, dan antikekerasan.
Tak luput juga ditampilkan sepak terjangnya membela korban-korban pelanggaran HAM. Film ini dapat ditonton di kanal YouTube LSM Infasi.
Film dokumenter karya Watchdoc ini mengulas perjalanan hidup Munir serta kiprahnya sebagai aktivis.
Film yang disutradarai Dandhy Laksono ini juga memotret Munir dari sisi perjalanan pendidikan dan karirnya.
Menariknya, kisah perjuangan Munir memantik sejumlah musisi untuk mengangkat kisahnya menjadi lagu. Musisi seperti Iwan Fals, band Efek Rumah Kaca, dan band pelajar D’Kill, turut memberi kesan terhadap almarhum Munir.
Film berdurasi 48 menit ini dapat ditonton di kanal YouTube Watchdoc Documentary.
Berbeda dengan dua film sebelumnya, Mencintai Munir masih dalam tahap persiapan oleh rumah produksi Pal8.
Dilansir dari akun X @bicaraboxoffice (9/9), film ini merupakan adaptasi dari buku karya Suciwati, istri mendiang Munir.
Buku Mencintai Munir menyuguhkan sisi personal pasangan ini. Mulai dari kisah cinta, sampai teror akibat aktivisme yang mereka kerjakan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
