Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Oktober 2024 | 13.26 WIB

Tak Gentar Hadapi Dingin, 12 Hewan Tangguh Ini Bisa Hidup di Lingkungan Bersuhu di Bawah Titik Beku

Sebuah daerah terpencil di Rusia dinyatakan dalam keadaan darurat akibat invasi puluhan beruang kutub di permukiman penduduk - Image

Sebuah daerah terpencil di Rusia dinyatakan dalam keadaan darurat akibat invasi puluhan beruang kutub di permukiman penduduk

JawaPos.com — Pernahkah teman-teman pergi berwisata ke tempat-tempat seperti Dieng di Jawa Tengah atau Bromo di Jawa Timur? Bagaimana, dingin bukan?

Tapi ada, lho, tempat-tempat seperti di Benua Antartika di selatan atau Samudra Arktik di utara yang selalu di bawah titik beku, yang bahkan mungkin kalian pun butuh jaket berlapis-lapis untuk bisa beraktivitas seperti biasa di sana!

Nah, tahukah teman-teman, kalau di tempat-tempat bersuhu luar biasa dingin itu, ternyata ada hewan-hewan yang cukup tangguh untuk bertahan hidup?

Hewan-hewan seperti mereka dikenal sebagai organisme ekstremofil yang bisa disebut mengabaikan gagasan bahwa kehidupan membutuhkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk bisa bertahan.

Mereka, dengan segala bentuk adaptasi dari hasil evolusinya sampai sekarang, membuktikan bahwa lingkungan bersuhu di bawah titik beku tidak membuat mereka gemetar kedinginan.

Hewan-hewan apa saja, sih, yang bisa hidup di tempat-tempat dingin dengan suhu minus di bawah titik beku? Yuk, kita kenalan dengan mereka satu per satu!

  1. Penguin Kaisar

Burung-burung tangguh ini menghabiskan musim kawinnya di Benua Antartika, tempat di mana suhu secara rutin turun hingga mencapai −40 °C.

Hewan ini bertahan hidup dari dingin yang mengancam jiwa dengan berkoloni dalam kelompok-kelompok besar untuk berbagi kehangatan dan meminimalkan paparan individu dari unsur-unsur alam. Demi mempertahankan hidup koloninya, mengutip Jurnal Britannica, secara berkala, penguin-penguin yang berada di pinggiran luar kelompok dibawa ke tengah sehingga setiap anggota diberi kesempatan untuk menghangatkan diri.

  1. Beruang Kutub

Beruang bernama latin Ursus maritimus ini tidak seperti saudara mereka, beruang hitam dan cokelat di selatan yang berhibernasi. Hal ini, melansir situs Stacker, mungkin sebagian disebabkan oleh metabolisme energi mereka yang beradaptasi secara khusus, yang memungkinkan mereka tetap hangat dengan kehilangan energi minimum saat makanan sulit ditemukan.

Beruang kutub memiliki berbagai karakteristik lain yang memungkinkan mereka bertahan hidup dalam suhu dingin ekstrem, termasuk sekitar empat bulan musim dingin saat matahari hampir tidak terbit, dan suhu bulanan dapat mencapai rata-rata -29 derajat Fahrenheit. Mereka bisa tetap hangat selama musim dingin di Kutub Utara berkat struktur bulunya yang bekerja seperti termos. Bulu mereka secara efektif terdiri dari dua lapisan: bulu bagian bawah yang padat, dan rambut pelindung berongga dan transparan yang tampak putih saat memantulkan cahaya tampak. Pada musim panas, bulu putih beruang kutub membantunya menyerap lebih banyak sinar matahari. Di bawah kulit mereka terdapat lapisan lemak setebal 4,5 inci yang membantu menghangatkan tubuhnya yang besar.

Bahkan, kabarnya seekor beruang kutub dapat berenang hingga 80 kilometer di air laut yang sedingin es tanpa istirahat!

  1. Macan Tutul Salju

Hewan bernama latin Panthera uncia ini, melansir situs Discover Magazines, memiliki bulu tebal bercorak totol-totol berwarna kelabu-putih yang membantu mereka berlindung dari hawa dingin serta berkamuflase dengan sempurna di lanskap bersalju. Mereka dapat membaur dengan sangat baik di lingkungan pegunungan Asia Tengah, sampai dijuluki sebagai "hantu gunung." Mereka juga memiliki kaki belakang yang kuat yang dapat mendorong mereka enam kali lebih panjang dari ukuran tubuh mereka dan ekor yang panjang untuk menjaga keseimbangan dan kehangatan.

Macan Tutul Salju ditemukan di pegunungan tinggi dan terjal di Afghanistan, Bhutan, Tiongkok, India, Kazakhstan, Republik Kirgistan, Mongolia, Nepal, Pakistan, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan. Mereka beradaptasi dengan baik untuk hidup di lingkungan pegunungan yang dingin.

Mereka adalah karnivora dan predator penyergap yang memburu hewan yang lebih kecil seperti kelinci dan burung.

Meskipun hewan yang bercuaca dingin ini sangat cantik, spesies mereka terancam punah. Perubahan iklim, hilangnya habitat, kelangkaan pangan, dan perburuan liar merupakan ancaman utama bagi cara hidup macan tutul salju. Populasi macan tutul salju secara global, melansir situs Discover Magazines, diperkirakan berjumlah kurang dari 10.000 individu dewasa dan diperkirakan akan menurun sampai sekitar 10 persen pada tahun 2040.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore