
Ilustrasi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Freepik)
JawaPos.com - Perayaan Maulid Nabi banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Perayaan Maulid Nabi biasanya dilakukan dengan cara membaca shalawat dan puji-pujian ditujukan kepada Rasulullah, berdoa, hingga bersedekah makanan dengan niat ikut merayakan hari kelahiran Baginda Nabi.
Maulid Nabi dirayakan bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh pada 12 Rabiul Awal. Rasulullah adalah sosok pilihan Allah yang sangat mulia lahir ke dunia. Kehadirannya memancarkan cahaya terang ke seluruh dunia. Bulan kelahirannya pun diagungkan, penuh rahmat, dan kemuliaan.
Membaca shalawat sangat dianjurkan di momen Maulid Nabi sebagai ungkapan rasa syukur atas hadirnya Baginda Nabi ke dunia yang telah mewariskan pedoman hidup kepada umatnya supaya tidak tersesat dalam hidup.
Memperbanyak shalawat kepada Nabi sejatinya bukan hanya di bulan Maulid. Tapi juga dapat dilakukan sehari-hari untuk tujuan membangun hubungan batin dengan Rasulullah. Dengan harapan, di hari akhir kelak, kita bisa mendapatkan syafaat dari Baginda Nabi dimana pada saat itu semua manusia sangat membutuhkan pertolongan.
Shalawat yang diformulasikan oleh para ulama hadir dalam berbagai jenis. Biasanya dengan menggunakan redaksi kalimat menggunakan fi'il madhi atau fi'il amar. Ulama berpandangan, redaksi kalimat shalawat tidak boleh sembarangan.
Berikut sejumlah jenis shalawat yang dapat dibaca sehari-hari, terutama di momen Maulid Nabi.
1. Shalawat Jibril
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Latin: Shallallaahu Ala Muhammad.
Artinya: "Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.
2. Shalawat Thibbil Qulub
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلٰى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ
Latin: Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa 'afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshari wa dliya-ihaa wa ala alihi wa shahbihi wa sallim.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad, sang penyembuh hati dan obatnya, memberikan kesehatan badan dan mengobatinya, menjadi cahaya mata hati dan sinarnya, juga kepada keluarga dan sahabat beliau, dan semoga Engkau memberikan keselamatan."
3. Shalawat Nariyah

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
