
Ilustrasi kaligrafi nama Nabi Muhammad SAW.
JawaPos.com - Sebagaimana halnya manusia, Allah swt menciptakan jin memiliki ragam karakteristik dan jenis yang berbeda-beda. Meski sama-sama tinggal di muka bumi, manusia dan jin juga memiliki perangi bermacam-macam. Ada yang baik dan jahat.
Bukti yang menjelaskan sifat jin yang berbeda-beda tersebut adalah perkataan dari kalangan mereka sendiri, sebagaimana diabadikan oleh Al-Qur’an dalam Surat al-Jin ayat 11, yang terjemahannya:
“Sesungguhnya di antara kami ada yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.”
Dalam tafsirnya Ibnu Katsir menjelaskan, Allah swt memberikan kabar kepada Nabi Muhammad saw bahwa jin memberikan keterangan tentang diri mereka sendiri.
Jin mengakui jika dari kalangan mereka ada yang saleh dan ada juga yang tidak. Jin juga menempuh jalan yang berbeda-beda dan terpisah-pisah.
Dalam hal ini, Ibnu Abbas dan Mujahid berpendapat, jika dari kalangan jin pun ada yang Muslim atau pun kafir. Selain itu, untuk aman dari gangguan jin yang jahat, dalam surat An-Nas umat Islam diperintahkan untuk meminta perlindungan dari bisikan-bisikan jahat (was-was) yang mereka timbulkan.
Sebab gangguan yang mereka ciptakan ini cukup berbahaya. Bahkan, sebagai bukti akan hal tersebut, dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad saw pernah diganggu oleh jin.
Sebagaimana dilansir dari lama NU Online, diceritakan. suatu saat, Nabi Muhammad saw sedang salat, tiba-tiba ia melafadzkan kalimat ta’awwudz (a’udzubillah) kemudian para sahabat yang berada di sekitar merasa keheranan.
Pasalnya, baru kali ini dalam keadaan di tengah-tengah salat, Nabi Muhammad SAW mengucapkan kalimat tersebut.
Tidak sampai di situ, setelah melafadzkan ta’awwudz, Rasulullah saw mengucapkan kalimat lain yakni, “Al’anuka bila’natillah” yang artinya, “Aku melaknatmu dengan laknat Allah”.
Kalimat itu diucapkan sebanyak tiga kali, seraya membentangkan kedua tangannya.
Setelah Nabi saw usai dari shalatnya, para sahabat pun menanyakan apa yang terjadi. Rasulullah pun menjawab jika ia telah diganggu oleh Iblis (salah satu golongan jin) yang berusaha meletakkan bara api di hadapan dirinya.
"Sesungguhnya musuh Allah swt, Iblis datang membawa bara api dan dia hendak melemparkannya ke wajahku. Dengan demikian aku berkata, A’udzubillahi minka, tiga kali. Lalu aku lanjutkan dengan, al’anuka bila’natillahi tammah. Belum selesai 3 kali ucapan, aku ingin menangkapnya. Demi Allah, seandainya bukan karena doa saudara kita, Nabi Sulaiman, niscaya akan aku ikat ia, sehingga jadi mainan anak-anak penduduk Madinah.” (HR. Muslim no. 542)
Selain di dalam shalat, Nabi Muhammad saw dengan para sahabat juga pernah digoda keimanannya oleh Iblis.
Suatu ketika, pada suatu majelis, Iblis menyamar menjadi seorang laki-laki yang dengan penampilan buruk kemudian bertanya beberapa hal kepada Nabi. Kisah ini dicatat dalam hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dari Ibnu Umar ra:

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
