JawaPos.Com - Firman Allah yang tercantum di QS Al-Anbiya ayat 83, menjadi saksi dan kisah hidup Nabi Ayyub yang diabadikan.
Al-Qur'an mengisahkan tentang Nabi Ayyub yang diuji Allah SWT melalui penyakit yang dideritanya.
Dikutip dari buku Tafsir Ayat-ayat Doa yang ditulis Muhammad Rizqi Romdhon, kisah Nabi Ayyub menjadi pengibat bahwa, beliau adalah sosok yang bertawakal dan sangat meyakini mukjizat dari Allah SWT.
Dalam ujiannya, Nabi Ayyub mulanya dikisahkan sebagai orang yang kaya-raya, mempunyai banyak anak dan binatang tunggangan terbanyak.
Tak sampai disitu saja, beliau juga disebut sebagai seorang dengan kepemilikan tanah terbanyak.
Lalu, Allah SWT mengujinya dengan melenyapkan seluruh nikmat tersebut dan penyakit yang dideritanya. Beberapa riwayat mengatakan sakit yang diderita Nabi Ayyub AS semacam penyakit kusta.
Beberapa riwayat lainnya mengatakan, penyakit yang diderita Nabi Ayyub AS menular dan mengeluarkan bau busuk. Hal ini yang membuat semua orang menjauhinya.
Namun, ujian tersebut tak lantas membuat Nabi Ayyub lalai. Ia justru semakin yakin pada Allah SWT bahwa penyakit yang dideritanya adalah bukti kasih sayangNya.
Alhasil, kesabaran dan kesantunan dalam doa Nabi Ayyub agar sembuh dari penyakit, kemudian didengar oleh Allah SWT dan dikabulkan. Kisah ini tercantum dalam surah Al Anbiya ayat 84 yang berbunyi:
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ
Artinya: "Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami,"
Kemudian, mengutip buku Sakit Menguatkan Iman karya Ali Yafie, rasa sakit yang diderita oleh umat muslim sebenarnya ujian paling ringan yang ditimpakan oleh Allah SWT. Ujian jasmani ini dimaksudkanNya untuk menguji kesabaran dan kerelaan hambaNya dalam menerima takdir sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,
لَا تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
"Janganlah kamu menyalahkan penyakit karena penyakit itu dapat menghilangkan kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya Kir (alat peniup atau penyala api) membersihkan karat-karat besi," (HR Muslim).
Bacaan Doa Nabi Ayyub Meminta Kesembuhan dan Terlepas dari Ujian
رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Latin:
“Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar rahimin.”
Artinya:
"(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."
***