
Kelompok KKN GIAT9 Universitas Negeri Semarang di Desa Sidomulyo, Banjarerjo, Blora. (Istimewa)
JawaPos.com–Kisah-kisah unik dan berkesan sering tercipta saat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Termasuk dari kelompok GIAT9 Universitas Negeri Semarang (Unes) yang menjalankan program KKN di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.
Desa itu dikenal sebagai tempat asal pemain sepak bola nasional, Pratama Arhan. Kehadiran para mahasiswa disambut antusias warga desa, terutama keluarga Arhan yang ramah dan bersahabat.
Salah satu anggota kelompok, Maziliyyah Nurlaily Sulityanto yang akrab dipanggil Lely menjelaskan, kelompok KKN GIAT9 terdiri atas 14 anggota yang bekerja sama dalam berbagai program pengabdian masyarakat. Jumlah anggota kami ada 14 orang.
”Kami berusaha memberikan kontribusi positif kepada masyarakat desa melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat,” tutur Maziliyyah Nurlaily Sulityanto.
Salah satu momen tak terlupakan bagi dia dan teman-temannya adalah ketika mereka disambut di rumah Pratama Arhan. Disiapkan masakan oleh ibunya, Surati.
”Kesannya senang, kaget juga bisa sampai masuk rumahnya,” ujar Maziliyyah Nurlaily Sulityanto.
Menurut dia, kunjungan ke rumah Arhan terjadi setelah acara posyandu di depan rumah suami Azizah Salsha tersebut. Surati, yang akrab disapa Mak Ti, menyambut para mahasiswa dengan ramah dan menyediakan hidangan yang lezat untuk mereka.
”Kemarin dimasakin sehabis acara posyandu di depan rumahnya Arhan,” jelas Maziliyyah Nurlaily Sulityanto.
”Semoga Mak Ti dan sekeluarga sehat terus dan diberikan panjang umur. Mak Ti benar-benar ramah dan baik banget,” kata Maziliyyah Nurlaily Sulityanto menyampaikan harapannya untuk keluarga Arhan.
Maziliyyah Nurlaily Sulityanto dan rekan-rekan merasa sangat beruntung bisa menjalani KKN di Banjarejo dan bertemu dengan keluarga pemain Suwon FC itu. Mereka belajar banyak dari keramahan dan kebaikan hati warga desa, terutama dari Mak Ti yang begitu tulus dalam menyambut mereka.
Program KKN GIAT9 di Desa Sidomulyo mencakup berbagai kegiatan. Mulai dari sosialisasi kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, mereka menjalankan kegiatan sebagai Kakak Asuh yang merupakan program wajib kampus hasil bekerja sama dengan BKKBN.
”Jadi kita ikut memantau anak-anak yang ada di desa ini (balita) melalui berat badan, tinggi badan, dan lain-lain,” jelas Maziliyyah Nurlaily Sulityanto.
Program tersebut memiliki tujuan untuk mencegah dan mengatasi stunting pada anak. Sebab tema besar dari Unes Giat Desa Sidomulyo adalah Pencegahan Stunting. Dari kegiatan tersebut, para mahasiswa berupaya untuk memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Selama program KKN berlangsung, kelompok GIAT9 menjalin hubungan baik dengan masyarakat desa. Mereka melibatkan diri dalam berbagai kegiatan warga. Seperti posyandu, gotong royong, dan kegiatan keagamaan. Hal itu membantu mereka memahami lebih dalam kehidupan masyarakat desa dan membangun kebersamaan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
