
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor saat halal bihalal bersama dengan warga di Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (13/4/2024) ANTARA/HO-Pemkab Sidoarjo
JawaPos.com – Di Bulan Syawal, aktivitas umat muslim biasanya dipenuhi dengan acara halalbihalal.
Ya, selesai dengan Ramadhan, umat muslim akan merayakan Lebaran salah satunya dengan aktivitas halalbihalal.
Bukan hanya berkeliling ke tetangga sesaat setelah Sholat Id, halalbihalal terkadang diagendakan secara khusus dengan mengundang tamu dan menyiapkan jamuan.
Bahkan, tak sedikit yang sampai mengundang ustadz sebagai pengisi acara halalbihalal. Tidak hanya di rumah, perkantoran pun kerap melakukan hal serupa.
Melansir situs Kemenko PMK RI, ada beberapa fakta menarik tentang halalbihalal yang sering membuat orang salah paham tentang tradisi ini.
Halal bihalal ternyata bukan berasal dari Bahasa Arab, meskipun di dalamnya mengandung diksi ‘halal.’ Melansir situs Kemenko PMK RI, istilah ini justru ditemukan di Kamus Bahasa Jawa-Belanda.
Meski terdengar seperti Bahasa Arab, istilah halalbihalal sebenarnya hanya menyerap kata ‘halal’ yang diberikan sisipan ‘bi.’
Di dalam diksi Bahasa Arab sendiri tidak ditemukan kata halalbihalal sebagaimana yang kerap terdengar di Indonesia.
Istilah halalbihalal kerap diidentikkan dengan ritual yang wajib dilakukan sesaat setelah lebaran.
Hal ini dilakukan juga di sekolah atau perkantoran ketika kembali masuk kerja setelah libur hari raya. Alhasil, ada aktivitas tambahan sebelum kembali bekerja atau belajar mengajar.
Padahal faktanya, halalbihalal merupakan tradisi yang dikembangkan dalam konteks silaturahmi antar pemimpin politik.
Pada masa Presiden Soekarni, seluruh tokoh politik datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahim, di mana mereka semua akan duduk satu meja.
Kiai pendiri NU menjadi pencetus ide ini, agar Bung Karno melakukan halalbihalal antar pemimpin yang masih berkonflik.
Tradisi ini terus dilakukan saat ini dan semakin meluas. Tidak hanya dilakukan antar pemimpin politik atau pejabat negara saja, melainkan sampai ke level rumahan.
Ada fakta menarik lain dari istilah halalbihalal yang pasti banyak orang yang belum tahu. Sekitar tahun 1930-an terdapat pedagang martabak asal India di Taman Sriwedari, Solo.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
