
Ilustrasi Jumat Agung (Pexels)
JawaPos.com - Jumat Agung atau Jumat sebelum Paskah, adalah hari umat Kristiani untuk memperingati penyaliban Yesus dan kematian-Nya di Golgota.
Hari raya umat Kristiani ini dikenal juga dengan sebutan Jumat Suci, Jumat Agung, Jumat Agung dan Suci, serta Jumat Hitam.
Bagi umat Kristiani, Jumat Agung adalah hari berkabung dan refleksi. Ini adalah saat untuk mengingat pengorbanan besar yang dilakukan Yesus bagi seluruh umat manusia.
Ini juga merupakan saat untuk mengingat kekuatan kasih Tuhan dan janji kehidupan kekal.
Momen ini adalah pengingat bahwa bahkan di saat-saat tergelap sekalipun, selalu ada harapan. Kematian Yesus di kayu salib bukanlah akhir melainkan awal dari sesuatu yang baru.
Melalui kebangkitannya, Yesus mengalahkan kematian dan membuka jalan menuju kehidupan kekal bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.
Pada Jumat Agung, umat Kristiani melakukan beberapa tradisi. Dikutip dari Chiristianity, berikut adalah beberapa tradisi yang dilakukan oleh umat Kristen pada Jumat Agung ketika memperingati kematian Yesus di Kayu Salib.
1. Puasa dan Doa yang Ketat
Banyak orang merayakan Jumat Agung sebagai hari berpuasa dan berdoa. Tindakan fisik puasa adalah berpantang makanan atau aktivitas untuk mencurahkan waktu untuk berdoa.
Banyak umat Kristiani merayakan Jumat Agung sebagai hari puasa dan doa untuk fokus pada penderitaan dan pengorbanan Tuhan, tetapi juga sebagai hari untuk memfokuskan kembali perhatian pada Bapa.
Puasa dan doa menghilangkan gangguan dan membuka kesempatan untuk mendengarkan hati Bapa. Puasa pada Jumat Agung adalah cara yang bermanfaat untuk menyatukan fokus seseorang kepada Kristus.
2. Pelayanan Gereja
Menghadiri kebaktian gereja adalah hal biasa pada hari Jumat Agung. Musim Paskah dimulai dengan masa Prapaskah enam minggu sebelumnya dengan kebaktian Rabu Abu di banyak denominasi dan mengarah ke acara-acara selama minggu Paskah.
Kamis Putih memperingati Perjamuan Terakhir, Jumat Agung memperingati pengorbanan dan penderitaan Kristus, dan Minggu Paskah memperingati penggenapan janji kebangkitan Kristus sesuai janji-Nya.
3. Nyanyian Rohani

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
