
Persiapan dhaup ageng putra bungsu KGPAA PA X yaitu BPH Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti. (Dok Istimewa Media Center)
JawaPos.Com - Tahukah kamu apa itu prosesi nyengker atau tradisi yang harus dijalani calon menantu Paku Alam X?
Seperti yang kita ketahui, Paku Alam X akan menggelar pernikahan untuk putra bungsunya BPH Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti.
Dilansir dari Radar Jogja, Selasa (9/1), Dhaup Ageng Pernikahan Putra Bungsu Paku Alam X, akan berlangsung pada Rabu (10/1) besok.
Lebih lanjut, prosesi Nyengker merupakan salah satu hal yang harus dilalui oleh calon pengantin yang akan memasuki lingkungan Pura Pakualaman terutama calon pengantin perempuan dari masyarakat biasa.
Menurut Ketua Bidang II Panitia Dhaup Ageng Pakualaman 2024, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radyo Wisroyo, menuturkan, prosesi Nyengker telah dimulai sejak Senin (8/1) oleh calon pengantin perempuan, Laily Annisa Kusumastuti dan keluarganya.
"Ini yang memang berbeda dengan acara pernikahan-pernikahan di masyarakat. Biasanya memang kalau acara nyantri adalah penganten kakung,” ucapnya, Senin (8/1).
Hal ini menurutnya karena yang telah menjadi bagian dari Pakualaman adalah Putra Paku Alam X, BPH Kusumo Kuntonugroho.
Dengan begitu calon pengantin perempuan lah yang wajib masuk ke puri dan ditempatkan di Kagungan Dalem Kepatihan Gandhok Wetan.
"Esensi dari nyengker yang utama adalah mempersiapkan jiwanya sebelum nanti masuk acara lainnya. Ada siraman, midodareni, panggih, sungkem, dan segala macam. Akan digladi semua oleh abdi dalem yang bertugas, termasuk (gladi untuk) orang tua caten putri," ujarnya.
Menurutnya prosesi Nyengker yang dahulu berlangsung satu bulan telah disederhanakan menjadi lebih singkat menyesuaikan perkembangan zaman.
Pada Dhaup Ageng Pakualaman kali ini prosesi ini dilakukan selama dua hari.
"Tapi kita mengambil esensinya, adat ini yang masih kita pegang di adat Pakualaman supaya bisa lestari. Memang kita harapkan tidak menerima tamu yang lain secara bebas. Cuma diberi waktu pada saat midodareni, meski tidak bisa menjumpai teman secara bebas," ujarnya.
KRT Radyo Wisroyo menuturkan jika pada prosesi kali ini tidak terdapat ritual-ritual khusus, seperti berpuasa sebagai bentuk mensucikan jiwa, tidak boleh bertemu dengan calon pengantin laki-laki, dan sebagainya.
"Memang kalau zaman dahulu yang diikuti para pendahulu tidak boleh bertemu dengan calon penganten kakung. Di era sekarang tidak ketemu langsung kan bisa WA dan video call,” tuturnya.
Ia pun menjelaskan bahwa Nyengker tak hanya dimaknai hanya sekadar fisik bagaimana menyembah dan sungkem. Namun, juga mempersiapkan kejiwaan maupun dalam memantapkan hati.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
