Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Oktober 2023 | 02.46 WIB

Amalan Doa Nabi Yunus, Kunci dan Kekuatan dalam Mengatasi Kesulitan

Doa Nabi Yunus. - Image

Doa Nabi Yunus.


JawaPos.Com - Doa Nabi Yunus mengajarkan kita tentang kekuatan doa dalam mengatasi segala kesulitan.

Dalam saat-saat sulit, Doa Nabi Yunus menjadi salah satu kunci yang diyakini umat muslim mampu mengatasi kesulitan.

Keyakinan dan kepasrahan yang terkandung dalam Doa Nabi Yunus , mengajarkan umat muslim jangan pernah ragu untuk memohon pertolongan Allah melalui doa yang tulus.

Sebab, kepada kehendak-Nya akan membuka pintu jalan keluar yang tak terduga.

Dilansir dari Nu Online, Jumat (27/10), Imam Abu Bakr al-Thurthusyi dalam kitab al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu mengatakan salah satu adab berdoa adalah mengesakan Allah.

Kemudian ia mencontohkan doa Nabi Yunus ‘alaihissalam dalam Al-Qur’an.

ومن آدابه أن تبدأ بتوحيده، كما فعل ذو النون: فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ناداه بالتوحيد، ثم نزهه عن النقائص والظلم بالتسبيح, ثم باء علي نفسه بالظلم, اعترافا واستحقاقا، قال الله سبحانه: فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ

“Sebagian dari adab doa adalah kau memulainya dengan mengesakan Allah seperti yang dilakukan Dzu Nun (QS. Al-Anbiya: 87):

'Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: bahwa tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.'

Dalam Surat Al-Anbiya ayat 87, Nabi Yunus menggunakan kalimat, “an lâ ilâha illa anta” yang berarti bahwa tidak ada tuhan kecuali Engkau.

Hal inilah yang merupakan bentuk tauhid (pengesaan) kepada Allah dari sesembahan lainnya.

Dilanjutkan dengan kalimat, “subhânaka” (Maha Suci Engkau) sebagai bentuk penyucian Allah dari segala sesuatu.

Lalu kalimat, “innî kuntu minadh dhâlimîn” (sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang zalim) sebagai bentuk penghambaan kepada Allah.

Hal ini menunjukkan bahwa di saat berdoa seyogianya kita mentauhidkan Allah terlebih dahulu, lalu menyucikan-Nya dari segala sesuatu dan menzalimkan diri kita sendiri sebagai hamba yang penuh dosa, baru kemudian meminta tanpa henti.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore