Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Mei 2019 | 22.07 WIB

Cegah Uang Palsu, BI Sediakan Penukaran Uang Kecil di 2.941 Titik

ilustrasi uang - Image

ilustrasi uang

JawaPos.com - Menyambut Idul Fitri belum lengkap tanpa uang pecahan kecil baru. Tak heran bila segala lapisan masyarakat berburu uang baru untuk diberikan kepada orang-orang terdekatnya, khususnya anak-anak. Memenuhi kebutuhan itu, Bank Indonesia (BI) kini membuka pelayanan penukaran uang pecahan kecil yang tersebar di sejumlah titik. Jumlahnya mencapai 2.941 titik di seluruh Indonesia. Salah satunya di sejumlah rest area jalan tol.

Kegiatan yang mengambil tema 'Fitrah Bersama Rupiah' ini diselenggarakan BI bekerjasama dengan Perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sejak 2016 lalu. Penyelenggaraan pada tahun ini akan berlangsung selama 5 hari yaitu mulai dari 29 Mei sampai 2 Juni 2019.

"Bank Indonesia mendorong masyarakat menukarkan uangnya di lokasi penukaran resmi seperti di booth BI Peduli Mudik ini untuk mencegah risiko uang palsu dan untuk menjaga kualitas uang," kata Deputi BI Rosmaya Hadi saat berkunjung ke salah satu posko penukaran BI di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Rabu (29/5)

Antusiasme masyarakat untuk menukarkan pecahan uang kecil juga direspons positif. Pada posko BI yang terletak di rest area 57, antrian pemudik yang ingin menukarkan pecahan uang sudah berjejer di depan booth BI. Alhasil, mereka harus mengambil nomor antrian untuk menunggu panggilan penukaran uang.

Berdasarkan data BI hingga 27 Mei 2019,  penarikan uang untuk kebutuhan lebaran telah mencapai sebesar Rp 150 Triliun. Setiap tahunnya, terjadi peningkatan outflow periode Ramadhan/Lebaran sekitar 13,3 persen.

Adapun lebih dari 60 persen outflow dalam periode Ramadhan terjadi di wilayah Jawa. Pada 2019 ini, BI telah menaikkan 13,5 persen (YoY) menjadi Rp 217,1 Triliun dari sebelumnya Rp 191,2 Triliun pada 2018. Periode minggu terakhir bulan Ramadan, BI memprediksi merupakan periode puncak dalam pemenuhan uang selama periode Ramadhan/Idul Fitri yang turut dipengaruhi pula oleh realisasi Tunjangan Hari Raya (THR).

"Berdasarkan data historis, jumlah outflow pada minggu terakhir tersebut mencapai 50%-60% dari total outflow selama periode Ramadhan/Idul Fitri," katanya.

Selain di 15 titik rest area di Tol Trans Jawa, layanan penukaran uang pecahan kecil juga dilakukan di Pelabuhan Merak serta sejumlah titik keramaian seperti terminal, pasar dan alun-alun. Hal ini merupakan bentuk komitmen BI untuk mendukung layanan ke masyarakat dalam mempersiapkan Idul Fitri 2019.

Di samping layanan pemenuhan uang tunai, BI juga mendorong terwujudnya less-cash society. Apalagi saat ini dukungan beragamnya instrumen pembayaran non tunai atau uang elektronik (UE) telah terus berkembang. Hal ini pula yang mendasari penyediaan layanan non tunai di titik-titik rest area yang dilalui pemudik.

Mengacu pada perkiraan kenaikan lalu lintas pada tahun ini sebagai pengaruh dibukanya sejumlah ruas jalan tol baru, maka transaksi UE selama periode libur Idul Fitri diperkirakan juga akan mengalami peningkatan. Hal ini diantisipasi dengan kesiapan penyediaan layanan nontunai di jalan tol meliputi ketersediaan UE, sarana top up, penyediaan SAM multiapplet, serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Kebutuhan UE dipenuhi oleh 5 bank (Bank Mandiri, BCA, BRI, BNI, dan BTN) dengan total stok mendekati 90 ribu unit UE sesuai koordinasi yang telah dilakukan dengan BUJT. Selain penyediaan UE di titik-titik rest area, perbankan juga menyediakan kartu UE perdana dalam jumlah memadai di beberapa merchant di sekitar ruas tol.

"Perbankan dan BUJT juga bersinergi dalam menjaga kelancaran layanan top up UE melalui penyediaan fasilitas layanan top up di beberapa titik rest area jalan tol. Penyediaan fasilitas layanan dimaksud sebanyak 84 unit pada 53 titik lokasi untuk arus mudik dan sebanyak 84 unit pada 55 titik lokasi untuk arus balik," pungkasnya.

Selain itu, perbankan juga berkomitmen untuk menaikkan limit top up merchant sesuai dengan permintaan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan tercapainya batas limit merchant akibat banyaknya kebutuhan top up masyarakat di periode Lebaran.

Sebagai informasi, volume UE tumbuh meningkat 62% (yoy), sementara secara nilai tumbuh 101,2%. Penerbit UE non-bank mencatatkan pertumbuhan transaksi jauh lebih tinggi dibandingkan UE bank pada triwulan I 2019 yang hingga mencapai 168,1% (yoy).

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore