
Photo
JawaPos.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mencatatkan sejarah dalam kancah politik Tanah Air. November lalu, mereka diterima sebagai angggota penuh dari Centrist Democrat International (CDI) dalam Konferensi Komite Eksekutif-nya di Cape Verde.
CDI adalah Koalisi Internasional partai-partai di seluruh dunia dengan anggota lebih dari 151 partai dari 70 negara di penjuru Eropa, Afrika, Asia Tengah, dan Amerika Latin. Termasuk partai-partai berkuasa di 13 negara Eropa, seperti Jerman, Austria, Belgia, Hungaria dan lain-lain.
Eksistensi PKB kian diakui setelah dalam Konferensi Komite Eksekutif di Brussel, Belgia, Rabu (10/4), CDI menerima secara aklamasi usulan Resolusi partai ini.
"Judul resolusinya 'Penegasan bahwa persaudaraan kemanusiaan adalah landasan bagi lahirnya peradaban dunia yang ditegakkan di atas penghargaan terhadap kesetaraan hak dan martabat bagi seluruh umat manusia'," ujar Ketum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (11/4).
Cak Imin memaparkan bahwa resolusi ini dalam batang tubuhnya memuat hasil-hasil Musyawarah Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Kota Banjar Jawa Barat pada tanggal 27 Pebruai–1 Maret 2019. Termasuk dukungan terhadap Piagam Persaudaran Kemanusiaan yang ditandatangani bersama oleh Grand Syaikh Al-Azhar Dr. Ahmad ath-Thayyeb dan Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada tanggal 4 Pebruari 2019.
"Resolusi itu menyatakan sikap Centrist Democrat International terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan," tambah Cak Imin.
Dengan diterimanya Resolusi Usulan PKB secara resmi oleh CDI, maka Nahdlatul Ulama dan (PKB), kata Cak Imin, telah mendapatkan pengakuan, penghargaan, dan kedudukan definitif yang terhormat dalam kancah percaturan politik dunia.
Berikut poin-poin utama Resolusi PKB yang disetujui CDI:
Pertama, Mendukung prinsip-prinsip dan aspirasi-aspirasi universal yang diartikulasikan di dalam hasil Munas Alim Ulama NU, Piagam Persaudaraan Kemanusiaan, dan Dokumen-Dokumen Deklarasi Internasional yang telah diterbitkan dilingkungan Nahdlatul Ulama.
Kedua, CDI Menghargai setinggi-tingginya langkah-langkah Vatikan, Al-Azhar dan Nahdlatul Ulama dalam menerbitkan dokumen-dokumen tersebut.
Ketiga, Mendesak partai-partai anggota CDI untuk mendorong agar dokumen-dokumen tersebut dipelajari dan disebarluaskan kepada pemerintah masing-masing, anggota-anggota partai CDI dan masyarakat pada umumnya.
Keempat, Meyakini bahwa studi dan diseminasi (penyebarluasan) dari dokumen-dokumen tersebut termasuk akan membantu menanggulangi kecurigaan etnik dan agama, diskriminasi, kebencian dan kekerasan. Dengan demikian, menjadi landasan dalam mengawal lahirnya suatu peradaban dunia yang didasarkan atas Penghargaan Terhadap Kesetaraan Hak dan Martabat bagi seluruh umat Manusia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
