
Warga Lombok mengevakuasi barang-barang miliknya yang masih bisa diselamatkan.
JawaPos.com - Masyarakat Lombok tidak mau berlama-lama dalam kondisi terpuruk. Mereka ingin segera bangkit setelah berkali-kali "diteror" gempa. Dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan pembangunan kembali fasilitas publik yang rusak. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan proyek tersebut selesai dalam enam bulan.
"Pokoknya September tit! Mulai," kata Basuki di Jakarta kemarin (23/8). Menurut dia, ada fase persiapan sekitar dua minggu. Untuk awalan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membagikan tenda-tenda darurat buat ditinggali sementara. "Kami tidak membangun hunian sementara," katanya.
Khusus rumah sakit dan gedung pemerintahan tetap dibuatkan bangunan sementara. Tujuannya, pemerintahan masih bisa berjalan. Pasien rumah sakit juga tidak bisa diletakkan di tenda darurat. Menurut Basuki, apabila setelah operasi pasien dipindahkan ke tenda darurat, lukanya bisa infeksi. "Pakai ruangan. Ada AC-nya ya, standar ruang ICU lah," jelasnya.
Selanjutnya, personel-personel TNI akan membersihkan reruntuhan dan puing bangunan. Baru kemudian, PUPR bisa mulai membangun. Ibarat membuka jalan di perbatasan, TNI yang bikin badan jalannya, PUPR yang mengoleskan perkerasannya.
Kenapa tidak ada hunian sementara? Sebab, kata Basuki, pembangunan rumah dengan teknologi rumah instan sederhana sehat (risha) bisa dilakukan dalam waktu cepat. Apalagi, masyarakat membangun rumahnya sendiri dengan dana Rp 50 juta per rumah. "Enam bulan harus selesai," kata Basuki.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kebagian tugas mendirikan kios-kios yang menjual bahan bangunan. Besi, baja, semen, genting, dan kebutuhan lainnya. Material didatangkan dari Surabaya. Karena lebih dekat.
Itu untuk rumah penduduk. Untuk fasilitas publik (masjid, sekolah, RS, pasar), Kementerian PUPR-lah yang akan meng-handle langsung. Sudah delapan BUMN yang ditugasi untuk membangun. Soal uangnya, Basuki tidak ambil pusing. BUMN akan menalangi dulu, pemerintah totalan mburi. "Ya, nanti lah dihitung belakangan," kata Basuki santai.
Sementara itu, janji Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan instruksi presiden (inpres) guna mempercepat penanganan gempa Lombok akhirnya ditunaikan. Jokowi sudah meneken inpres tersebut. "Inpres sudah, sudah," ujarnya seusai menyerahkan hewan kurban di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, kemarin.
Jokowi menuturkan, dengan adanya inpres tersebut, kementerian/lembaga telah memiliki payung hukum dalam menjalankan pekerjaannya di lapangan. Itu diharapkan bisa mempercepat upaya penanganan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menjelaskan, inpres tersebut mengatur bahwa bencana di Lombok akan ditangani layaknya bencana nasional. Yakni, kementerian/lembaga dari pusat menangani langsung upaya penanggulangan bersama daerah.
Terkait teknisnya, lanjut Pram, presiden menginstruksi menteri PUPR sebagai koordinator. TNI, Polri, dan BNPB menjadi pembantu utama. Mereka bertugas melakukan rehabilitasi dan normalisasi.
Politikus PDIP itu juga menyebut anggaran untuk rehabilitasi cukup aman. Tahun ini pemerintah menganggarkan dana Rp 4 triliun untuk bencana. Anggaran itu termasuk untuk mengganti rumah yang rusak. "Itu saja angkanya sudah besar sekali," imbuhnya.
Distribusi Bantuan
Belum meratanya distribusi bantuan ke korban gempa Lombok, NTB, perlu solusi. Penelusuran Jawa Pos ke sejumlah lokasi bencana di Kabupaten Lombok Utara kemarin (23/8) mendapati warga sampai harus iuran untuk membeli sejumlah kebutuhan.
Salah satunya di Dusun Telok Kodek, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang. Di sana warga belum mendapat bantuan. Peralatan yang sangat dibutuhkan adalah terpal untuk tenda. "Terpal kami beli sendiri," kata Mirnawati, 35, salah seorang warga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
