
Menara Masjid Al-Ihsan patah akibat gempa 7 SR yang mengguncang Lombok pada Minggu (5/8)
JawaPos.com - Dua speedboat menunggu di bibir pantai Gili Trawangan. Lima staf tampak membantu mengangkut berbagai barang.
"Kami tidak tahu sampai kapan (tutup)," ungkap Alicja Zakrzewska dan Tomasz Goralski, pasangan asal Polandia pemilik Scuba Froggy, persewaan alat-alat menyelam, kepada Jawa Pos.
Gempa 7 skala Richter yang mengguncang Lombok pada Minggu malam (5/8) telah memaksa Gili Trawangan, salah satu destinasi wisata paling populer di Nusa Tenggara Barat, mati suri. Ribuan turis, asing maupun lokal, dievakuasi dari sana sejak Senin (6/8).
Saking belum pastinya kapan Gili Trawangan dibuka lagi, kuda-kuda ikut dievakuasi. Kuda-kuda itu biasanya dimanfaatkan untuk menarik cidomo yang disewakan untuk wisatawan.
Seperti disaksikan Jawa Pos, yang tersisa di Gili Trawangan sampai kemarin hanyalah puluhan penduduk lokal. Atau yang memiliki aset di pulau tersebut.
Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, hingga Rabu (8/8) pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal 131 orang. Sementara itu, 1.477 orang lainnya luka berat dan dirawat inap di rumah sakit.
"Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat ada laporan warga yang menyatakan masih ada korban di antara reruntuhan," kata Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kemarin.
Sutopo mengatakan, H+3 ini merupakan saat-saat kritis. Sebab, ada korban di bawah reruntuhan yang masih hidup dan harus segera dikeluarkan. Penggunaan alat berat harus ekstrahati-hati agar tidak semakin menimbun korban. "Selain itu, sudah tercium bau jenazah dari beberapa tempat," katanya.
Sementara itu, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) menawarkan rumah instan sederhana sehat (risha) sebagai solusi atas kebutuhan permukiman yang mendesak di Bali dan NTB pascagempa.
Total harga per rumah Rp 50 juta. Pas dengan jumlah dana stimulan yang akan diberikan pemerintah.
Kapala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR Arief Sabaruddin mengungkapkan bahwa harga Rp 50 juta sudah bisa membangun struktur dan bahan penutup bangunan. Perinciannya, Rp 30 juta untuk struktur dan atap, sisanya Rp 20 juta untuk bahan penutup semipermanen.
"Usia struktur dan atap bisa sampai 50 tahun," ujar Arief kemarin (8/8).
Bahan dindingnya, kata Arief, bisa pakai GRC (glassfiber reinforced cement). Prinsip dasarnya adalah struktur bangunan bisa jadi dulu. Dinding memakai bahan panel yang biasanya bertahan lima tahun.
Struktur risha, selain tahan gempa, kata Arief, juga memiliki kelebihan. Proses membangunnya bisa sangat cepat. Satu unit bisa dikerjakan dalam hitungan sehari dengan tiga pekerja.
Bantuan Pemprov Jatim

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
