
Screenshot video yang sempat viral dan menyebutkan bahwa bus yang dikemudikan Syafii terbakar saat mengangkut CJH asal Indonesia.
JawaPos.com - KJRI Jeddah akhirnya memakamkan jenazah Mohamad Syafii bin Abdul Gofur, pengemudi bus yang menjadi korban laka lantas saat mengangkut jamaah haji Turki. Pemakaman dilakukan Selasa lalu (31/7) setelah disalatkan di Masjidilharam selepas salat Ashar. Almarhum dikebumikan di kompleks Pemakaman Umum Al Syarae, Makkah, Blok 37 No. Kuburan 204.
Seperti diberitakan, Mohamad Syafii mengalami kecelakaan maut pada Rabu, 25 Juli sekitar pukul 13.30, di jalan raya antara Khulays dan Usfan, kurang lebih 100 KM arah Makkah. Sebuah mobil dari arah berlawanan melaju kencang dan kehilangan kendali. Akibatnya, mobil tersebut menabrak pembatas jalan, lalu menghantam bus yang dikemudikan almarhum.
Mobil penabrak dan bagian depan bus terbakar seketika. Pria kelahiran Banyuwangi, 5 Oktober 1969 itu meninggal di lokasi kejadian. Kecelakaan tersebut sempat menjadi bahan hoax di Indonesia. Isu yang beredar, Syafii mengangkut bus CJH asal Indonesia. Padahal, waktu itu dia menyopiri rombongan haji asal Turki.
Pemakaman dihadiri perwakilan KJRI, rekan kerja sesama WNI, dan perwakilan karyawan PO Saptco (perusahaan bus tempat Syafii bekerja). Tim Pelayanan dan Perlindungan (Yanlin). Warga KJRI Jeddah mendatangi kantor Polantas Khulais untuk mengurus pengubahan nama pada tabligh wafat (berita kematian) almarhum yang diterbitkan oleh Rumah Sakit Umum (RSU) Hera, Makkah. "Kami diterima Aiptu Atif Al Lihyani, Kepala Bagian Kematian dan Kecelakaan Lalu Lintas," ujar Ainur Rifqie, Pelaksana Fungsi (PF) Konsuler-3.
Tim juga mendatangi RSU Hera, tempat jenazah Mohammad Syafii disemayamkan, dan menyerahkan surat pengantar dari Polantas Khulais, serta surat izin dari KJRI untuk pengambilan dan penguburan jenazah. Tim Yanlin juga mengurus surat pengantar yang ditujukan ke Ahwal Madaniyah (Kantor Dinas Kependudukan Sipil) untuk pengurusan Syahadatul Wafat (Akta Kematian).
"Almarhum akan memperoleh hak-haknya yang terdiri atas sisa gaji, pesangon sesuai masa kerja, dan asuransi kecelakaan kerja," ujar Mohammed Jamel Bakour, Kepala Urusan Kepegawaian PO Saptco.
Perusahaan otobus itu berharap KJRI menyampaikan ke pihak keluarga almarhum agar segera mengurus pembuatan fatwa waris dan surat kuasa sebagaimana ketentuan yang berlaku di Saudi.
"Kami menunggu fatwa waris dan surat kuasa dari ahli waris beserta terjemahannya yang telah dilegalisasi oleh Kemkumham, Kemenlu, dan Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA)," ujar Konjen RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin.
Fatwa waris dan surat kuasa dari ahli waris it u diperlukan untuk melengkapi berkas penuntutan diyat ke pengadilan setempat.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
