
Seorang bocah suku baduy menunggu acara ritual Seba.
JawaPos.com - Ratusan warga suku Badui terlihat sudah memadati GOR Alun-Alun Maulana Yusuf, Serang Banten. Mereka akan melakukan Seba Badui yang akan diselenggarakan dari 20-22 April 2018. Kebanyakan yang sudah hadir adalah suku Badui luar, karena mereka menggunakan kendaraan roda empat.
Sekitar pukul 10.30, Badui Dalam sudah mulai berdatangan. Berbeda dengan Badui luar, mereka datang ke GOR dengan berjalan kaki sekitar 50 kg dari Kabupaten Lebak.
"Mereka kumpul dulu di GOR, makan dan istirahat, setelah itu nanti mereka arak-arakan keliling alun-alun," kata Perwakilan Dinas Pariwisata Kota Serang yang tidak mau disebut namanya. "Setelah itu ada penerimaan di depan pendopo Museum," kata dia, Sabtu (21/4).
Ada hampir 2000 warga Baduy yang nantinya akan berkumpul di GOR. Uniknya, kali ini beberapa dari suku Badui Dalam datang dengan difasilitasi truk. Padahal, biasanya, jalan kaki sudah menjadi bagian dari tradisi Baduy. "Tahun lalu, kami dianggap tidak memanusiakan suku Baduy, makanya kami fasilitasi," katanya.
Seba Badui adalah sebuah prosesi adat yang telah berlangsung sejak ratusan tahun. Mereka membawa hasil bumi yang didapatnya dari hasil berladang. Baduy Dalam memikulnya dengan berjalan kaki puluhan kilometer. Melewati sawah dan hutan, dari kampung adatnya menuju Pendopo Kabupaten Lebak.
Upacara adat Seba digelar setelah Urang Kanekes, melaksanakan Puasa Kawalu selama tiga bulan dan musim panen tiba. Selama tiga bulan itulah masyarakat luar dilarang memasuki wilayah Baduy Dalam, yakni Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana. Usai puasa, mereka pun menggelar rapat adat, untuk menetapkan tanggal kapan dilaksanakannya Seba.
Seba memiliki makna ketaatan dalam melaksanakan amanah leluhur, yang harus tetap dilakukan dalam keadaan apapun. Ketaatan dalam menjaga kelestarian alam, menghormati para leluhur hingga pimpinan. Mereka menganggap bahwa kalau mereka tidak melakukan Seba mereka akan mendapatkan marabahaya.
Ketaatannya terlihat dari pemberian hasil bumi Suku Baduy ke pemerintah di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten. Selain itu, mereka pun bersilaturahmi ke pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
