
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal ketika membuka acara Workshop International India Ocean Expedition 2 (IIOE-2), di Jakarta, Rabu (21/3
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjadi tuan rumah acara Workshop International India Ocean Expedition 2 (IIOE-2).
Acara didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomaritim), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peneliti Internasional dan 53 peneliti Indonesia, yang terdiri dari Institusi pemerintah, lembaga riset dan Universitas. Workshop IIOE-2 diselenggarakan sejak 19–23 Maret di Jakarta.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal menyatakan rasa terimakasihnya karena telah dipercaya menyelenggarakan acara tersebut.
“IIOE merupakan program yang melibatkan para peneliti ilmiah internasional di bidang oseceanografi dan atmosfer di lingkungan pesisir sampai laut. Saya bersyukur dan berterimkasih karena telah dipercaya menyelengarakan acara multinasional ini”, papar Herizal di Jakarta, Rabu (21/3).
Herizal menambahkan acara ini sangat bermanfaat untuk membantu dalam memprediksi iklim.
“Program ini dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas di Samudera Hindia seperti arus laut ataupun pengaruhnya terhadap iklim dan ekosistem lautnya. Hasil yang diperoleh merupakan komponen penting untuk layanan maritim, pengelolaan lingkungan, prediksi iklim dan ketahanan pangan dan energi,” ujar Herizal.
Herizal memaparkan bahwa Samudra Hindia menjadi objek kegiatan karena merupakan samudra terluas di dunia.
“Kegiatan ini akan fokus pada wilayah Samudera Hindia karena merupakan pemegang kunci dalam menentukan pengendali cuaca dan iklim di dunia. Samudera Hindia yang memiliki manfaat ke semua negara, mengingat iklim di Samudera Hindia sangat kompleks dan menjadi faktor terhadap kejadian cuaca ekstrim,” ungkap Herizal.
"Selain itu, Samudera Hindia menjadi sumberdaya hayati dan non-hayati yang sangat penting bagi masyarakat dikawasan Samudera Hindia," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
