
Ilustrasi Longsor. BNPB mengimbau agar masyarakat berhati-hati, terutama yang tinggal di dataran tinggi
JawaPos.com - Wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami musim hujan hingga Maret mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan terjadi Februari ini.
Terjadinya puncak musim hujan menimbulkan potensi bencana longsor meningkat. Selain itu bencana alam lain juga perlu mendapat perhatian masyarakat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menetapkan longsor sebagai bencana paling mematikan dengan korban jiwa terbanyak.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dari keseluruhan wilayah di Indonesia, daerah Jawa Barat hingga Jawa Timur menjadi kawasan paling banyak potensi longsor.
"Wlayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur adalah daerah yang memiliki potensi paling banyak dari ancaman longsor," ungkap Sutopo, Kamis (8/2).
Tingkat kerawanan longsor di Pulau Jawa terjadi di daerah-daerah yang memiliki topografi pegunungan, perbukitan, dan di lereng-lereng tebing yang di bawahnya banyak permukiman. Wilayah ini memanjang di Jawa bagian tengah hingga selatan.
BNPB mengimbau agar masyarakat tetap waspada, serta rutin melakukan pengecekan terhadap lingkungan sekitar. Sebab longsor memiliki beberapa indikasi seperti tanah retak dan munculnya mata air di lereng gunung.
"Kenali lingkungan sekitarnya tanda-tanda akan terjadinya longsor seperti adanya retakan tanah, amblesan tanah, keluarnya mata air pada lereng, air sumur, dan mata air tiba-tiba keruh, pohon dan tiang listrik miring," imbuh Sutopo.
Selain itu warga juga diimbau melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan tempat tinggal. Jika fondasi atau tembok retak itu bisa jadi potensi awal longsor. Saat hal itu terjadi, BNPB meminta agar masyarakat tidak segan untuk mengungsi ke tempat aman untuk sementara waktu.
"Tembok bangunan dan fondasi tiba-tiba retak dan lainnya. Periksa adanya retakan tanah di bukit yang merupakan cikal bakal dari mahkota longsor. Saat hujan lebat waspadalah. Jika perlu mengungsi sesaat ke tempat aman," pungkas Sutopo.
Sebagai informasi tambahan, daerah rawan longsor tinggi di Jawa Barat meliputi Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Bandung Selatan, Purwakarta, Garut, Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya.
Sementara di Jawa Tengah terdapat di Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Purwokerto, Purworejo, Pekalongan, Temanggung, Semarang, Karanganyar, Tegal, Wonogiri, Magelang, Purbalingga, dan Boyolali.
"Terakhir di Jawa Timur terutama di wilayah Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Malang, Pacitan, Mojokerto, Jember, hingga Banyuwangi," pungkas Sutopo.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
