
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggendong seorang anak yang menderita gizi buruk di RSUD Agats,
JawaPos.com - Pemerintah resmi mencabut status Kejdian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Asmat, Papua.
Bupati Asmat, Elisa Kambu mengatakan, kebijakan itu diambil berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan Asmat.
"Dengan memerhatikan usul Dinkes Asmat melalui surat Nomor 800/50/Dinkes/2/2018, maka saya nyatakan KLB campak telah berakhir," jelas Bupati Asmat Elisa Kambu pada Senin (5/2) malam, di Posko Satgas KLB Campak dan Gizi Buruk Campak.
Data dari Dinkes Asmat menyebut terjadi penurunan penderitaan Campak di RSUD Agats. Saat ini penderita campak hanya tersisa 12 orang. Sembilan gizi buruk, sisanya campak. Salah satu faktor menurunnya penderita campak lantaran keberhasilan pemberian vaksin di 224 kampung di 23 distrik Asmat.
Elisa sendiri telah menemui secara langsung pasien rawat inap campak dan gizi buruk yang dirawat di RS.
"Berpatokan kepada Permenkes Nomor 1501 Tahun 2010, kami telah melakukan evaluasi sejak 15 Januari 2018. Hasilnya wabah campak menurun," jelas dia.
Meski menyatakan KLB telah berakhir, Elisa tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi warga setempat untuk mencegah kembalinya wabah Campak.
"Model penanggulangan seperti di Asmat akan direplikasi di tempat lain. Kami di Asmat masih memerlukan dukungan. Masih butuh perawat dan dokter," kata Elisa.
Sementara GM Komunikasi Lembaga Kemanusiaan ACT, Lukman Aziz mengatakan, pencabutan status KLB bukan berarti keadaan emergency selesai. Pihaknya akan terus memberikan pelayanan kesehatan beserta bantuan pangan untuk warga Asmat.
"Selama masih terjadi kondisi gizi buruk dan campak di sini, kami akan tetap melakukan upaya penanganannya. Sesuai program yang kita buat, langkah emergency ini akan dilakukan hingga tiga bulan ke depan. Dilanjutkan ke program recovery,” beber kata Lukman, Selasa (6/2).
Untuk diketahui, tercatat 72 orang anak meninggal dunia. Mereka yang meninggal akibat campak sebanyak 66 orang dan gizi buruk 6 orang. Jumlah meninggal di RS sebanyak 8 orang, sisanya ditemukan di kampung per September hingga 4 Februari 2018, dengan penyebaran merata. Adapun pasien rujuk ke RSUD Agats ditemukan pada 20-22 Januari 2018 lalu.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
