Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2018 | 04.27 WIB

Asmat Dilanda KLB Gizi Buruk, ACT Sebut Ini Aib Indonesia

Pimpinan ACT memberangkatkan kapal kemanusiaan untuk korban KLB di Asmat - Image

Pimpinan ACT memberangkatkan kapal kemanusiaan untuk korban KLB di Asmat

JawaPos.com - Jumlah korban atas kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Asmat, Papua semakin bertambah. Hingga kini berdasar data di Aksi Cepat Tanggap (ACT) terdapat 70 korban meninggal dunia.


Atas kondisi itu, ACT mengirimkan Kapal Kemanusiaan (KK) ke Papua untuk mengangkut bantuan 100 ton beras. Presiden ACT Ahyudin menyebut, ke-70 korban meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk. Fakta itu sangat ironis sekali dengan alamnya Papua yang kaya sumber daya alam (SDM).


"Papua menjadi pulau paling kaya di dunia, terbesar di dunia, emas juga demikian. Saya tidak boleh ada yang menganggap ini peristiwa biasa, tewasnya 70 anak di Papua," kata Ahyudin di Kantor ACT, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (1/2).


Menurut Ahyudin, KLB itu merupakan aib bagi negara Indonesia. Di kota yang terkenal dengan kekayaan alamnya, tapi masih terdapat masyarakat yang mengalami gizi buruk. Di sisi lain, kejadian besar ini tidak mendapatkan perhatian dari sebagian elite di Indonesia.


Vice President ACT Insan Nurrohman menambahkan, kapal kemanusiaan itu tidak hanya membawa 100 ton beras, melainkan kebutuhan pokok lainnya beserta tenaga medis dan seratus relawan. "Insyaallah bila tak ada halangan, Kapal Kemanusiaan Papua akan diberangkatkan dari Merauke ke Agast," ujarnya.


Kapal kemanusiaan yang mengangkut 100 ton beras tersebut merupakan Kapal Jasa Prima Logistik Bulog, milik Perum Bulog. Dia berharap kapal kemanusiaan dapat membantu pemerintah dalam menghadapi KLB di Indonesia.


"Kerja sama dengan Bulog di Jayapura yang ada di Marauke untuk mengirimkan beras ini. Nanti akan diterima langsung oleh pemerintah di Asmat Agast. Semoga ini membantu pemerintah menanggapi gizi buruk," pungkasnya.


Diketahui, Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah campak dan gizi buruk menimpa masyarakat Papua khususnya menyerang 23 distrik di Kabupaten Asmat.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore