
Pimpinan ACT memberangkatkan kapal kemanusiaan untuk korban KLB di Asmat
JawaPos.com - Jumlah korban atas kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Asmat, Papua semakin bertambah. Hingga kini berdasar data di Aksi Cepat Tanggap (ACT) terdapat 70 korban meninggal dunia.
Atas kondisi itu, ACT mengirimkan Kapal Kemanusiaan (KK) ke Papua untuk mengangkut bantuan 100 ton beras. Presiden ACT Ahyudin menyebut, ke-70 korban meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk. Fakta itu sangat ironis sekali dengan alamnya Papua yang kaya sumber daya alam (SDM).
"Papua menjadi pulau paling kaya di dunia, terbesar di dunia, emas juga demikian. Saya tidak boleh ada yang menganggap ini peristiwa biasa, tewasnya 70 anak di Papua," kata Ahyudin di Kantor ACT, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (1/2).
Menurut Ahyudin, KLB itu merupakan aib bagi negara Indonesia. Di kota yang terkenal dengan kekayaan alamnya, tapi masih terdapat masyarakat yang mengalami gizi buruk. Di sisi lain, kejadian besar ini tidak mendapatkan perhatian dari sebagian elite di Indonesia.
Vice President ACT Insan Nurrohman menambahkan, kapal kemanusiaan itu tidak hanya membawa 100 ton beras, melainkan kebutuhan pokok lainnya beserta tenaga medis dan seratus relawan. "Insyaallah bila tak ada halangan, Kapal Kemanusiaan Papua akan diberangkatkan dari Merauke ke Agast," ujarnya.
Kapal kemanusiaan yang mengangkut 100 ton beras tersebut merupakan Kapal Jasa Prima Logistik Bulog, milik Perum Bulog. Dia berharap kapal kemanusiaan dapat membantu pemerintah dalam menghadapi KLB di Indonesia.
"Kerja sama dengan Bulog di Jayapura yang ada di Marauke untuk mengirimkan beras ini. Nanti akan diterima langsung oleh pemerintah di Asmat Agast. Semoga ini membantu pemerintah menanggapi gizi buruk," pungkasnya.
Diketahui, Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah campak dan gizi buruk menimpa masyarakat Papua khususnya menyerang 23 distrik di Kabupaten Asmat.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
