
Menkes Nila F Moeloek
JawaPos.com - Menteri Kesehatan, Nila Moeloek menjelaskan, penyakit demam keong disebabkan cacing Schistosoma japonicum. Cacing ini hidup di pembuluh darah terutama di kapiler darah dan vena kecil dekat selapus usus.
"Pada manusia, penyakit ini sering terjadi pada anak usia sekolah, petani, penangkap ikan, pekerja irigasi, serta orang yang menggunakan sumber air yang mengandung schistosoma," katanya di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (17/1).
Dia menjelaskan, penularan penyakit ini terjadi melalui kontak langsung dengan air. Yaitu, keong yang terinfeksi membawa larva infektif cacing Schistosoma (serkaria). Manusia, lanjutnya, dapat tertular penyakit ini melalui aktivitas mencuci, mandi, atau melewati air yang mengandung larva serkaria.
"Larva serkaria dapat menembus kulit manusia. Adapun bila telah masuk, cacing ini akan menjadi dewasa di tubuh manusia," bebernya.
Penyakit ini pun dapat menjadi serius bila tidak ditangani. Menurutnya, ada tiga stadium yang terjadi bila terkena penyakit ini. Pada stadium awal, kulit akan gatal-gatal karena serkaria menembus kulit.
Lalu, stadium kedua, dimulai saat cacing dewasa betina bertelur. Gejala yang timbul adalah demam, diare, berat badan menurun, dan gejala disentri.
Pada stadium menahun, tanda yang muncul adalah kerusakan hati atau sirosis hati dan limfa. Penderita akan menjadi lemah dan perut akan membesar.
"Bila tidak diobati, dapat meninggal dunia," lanjutnya.
Selain manusia, kata Nila, penyakit ini juga menyerang hewan ternak. Tepatnya, di tiga daerah yang terjangkit penyakit demam keong, yakni dataran tinggi Lindu, Napu, dan Bada wilayah Sulawesi Tengah, mayoritas yang terkena adalah hewan-hewan ternak.
"Bila tidak ditangani, maka produktivitas akan menurun. Hewan-hewan akan sakit akan membuat produktivitas menurun dan bisa berdampak ke perekonomian juga," katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
