
Diorama G30S/PKI
JawaPos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) pemutaran kembali film Penumpasan dan Pengkhianatan G30S PKI. Sebab, itu bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kewaspadaan kepada masyarakat.
Khususnya generasi muda terhadap bahaya ideologi komunis yang bertentangan dengan Pancasila. Apalagi, pemberontakan dan penghianatan PKI kepada bangsa dan negara enimbulkan trauma sejarah bagi perjalanan bangsa.
"Jadi menurut hemat kami pemutaran film Penumpasan dan Pengkhianatan Gerakan 30 September/PKI masih sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini," ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dalam pesan singkatnya kepada JawaPos.com, Senin (25/9).
MUI berharap dengan adanya pemutaran kembali film Penumpasan dan Pengkhianatan G30S PKI tersebut tidak menimbulkan polemik dan kegaduhan. Apalagi mengarah kepada tuduhan dan fitnah seakan-akan pemutaran film tersebut ditujukan untuk mendiskreditkan kelompok atau pihak tertentu.
MUI katanya menyadari bahwa sekarang ini masih ada sekelompok orang yang tidak senang dengan pemutaran kembali film Penumpasan dan Pengkhianatan G30S PKI dengan alasan film tersebut sudah tidak relevan dan sarat dengan kepentingan politik Orde Baru saat itu. "Saat ini tidak ada lagi alasan tersebut karena Orde Baru sudah bubar," tegas legislator asal Jepada itu.
Lagi pula, film Penumpasan dan Pengkhianatan G30S PKI sebagai film dokumenter atau sejarah juga sudah memiliki izin tayang dari Lembaga Sensor Film (LSF), yaitu lembaga negara yang memiliki otoritas untuk itu, dan izin tersebut sampai sekarang ini belum pernah dicabut.
"Jadi sah-sah saja jika ada stasiun televisi nasional atau kelompok masyarakat yang ingin menayangkan kembali film tersebut," sebutnya.
Sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia, menurutnya mayarakat memiliki kebebasan dalam menentukan piilihan. Bagi yang ingin menonton tidak dilarang dan bagi yang tidak suka juga dipersilakan. Kata dia yang terpenting adalah semua tetap menjaga semangat persatuan, sikap toleransi dan perdamaian sesama anak bangsa.
Sementara itu, MUI katanya juga mendukung rencana pemerintah untuk membuat film G30S PKI dengan versi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi milenial.
"MUI memberikan dukungan dan apresiasi sepanjang film tersebut didasarkan kepada bukti dan fakta kebenaran sejarah yang adil, jujur dan obyektif," pungkas Zainut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
