
Ilustrasi
JawaPos.com - Langkah pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan perusahaan travel penyelenggara ibadah haji dan umrah nakal seperti First Travel, mendapat apresiasi dari publik. Sejatinya tindakan itu telah dilakukan sejak awal, supaya tidak melahirkan lebih banyak korban.
"Semestinya tindakan ini dilakukan sejak awal," ujar Pengamat Haji dan Umrah, Muhammad Hidir Andi Saka saat berada di kantornya kawasan perkantoran Icon Business Park BSD City, Tangerang Selatan, Banten pada Senin (24/7).
Dia menyebut, pada 2016 Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan aplikasi online pengawasan perusahaan travel. Aplikasi itu untuk memudahkan masyarakat mengetahui legalitas dan izin usaha sebuah perusahaan travel.
Pemilik qashwatours.co.id ini menyebut, First Travel sudah berdiri sejak 2009 dalam bentuk CV. Ketika itu jemaah yang mengikuti program umrah dengannya tidak terlalu banyak. Lantas pada 2011 First Travel berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan mulai fenomenal sejak 2013.
Menurutnya, jika perusahaan itu bisa ditindak sejak pertama kali berdiri, tentu tidak akan banyak orang yang dirugikan. Apalagi ketika itu First Travel menjalankan bisnisnya dengan cara tidak wajar sebagai perusahaan travel. "Kenapa perusahaan ini dibiarkan berkembang sehingga ibarat bom waktu, sudah meledak dan menelan korban jiwa," kata Hidir.
Dengan adanya pembekuan ini, kata Hidir Andi, masyarakat Indonesia bisa memetik pembelajaran dari kasus bagaimana memiliki perusahaan travel untuk ibadah umrah.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
