
Ilustrasi
JawaPos.com - Kejadian ibu melahirkan di pesawat Batik Air memberikan cerita unik tersendiri. Rupanya para pramugari di maskapai itu memang sudah diberikan ilmu yang cukup agar tak panik saat menghadapi kegawatdaruratan khususnya saat penumpang melahirkan.
Public Relations Manager Lion Air Group, Andy M Saladin mengatakan, pramugari maupun pramugara yang bekerja di Lion Air Group telah dibekali berbagai ilmu penerbangan, termasuk membantu proses persalinan. Sehingga saat proses tersebut tak terjadi kepanikan di antara mereka.
"Pendidikan pramugari itu enam bulan dan dalam enam bulan tersebut, terdapat pelajaran membantu proses kelahiran, diajarkan teori serta praktek," kata Andy kepada JawaPos.com, Minggu (9/7).
Selain dibekali ilmu proses persalinan, kata Andy, di setiap pesawat juga terdapat buku yang menerangkan cara-cara menangani dan membantu penumpang yang ingin melahirkan. Sehingga para pramugari bisa dengan sigap untuk melakukam pertolongan pertama.
"Kami siapkan buku juga, jadi misalnya pramugari itu panik, bisa melihat buku itu, ada cara-caranya," tutur Andy.
Meskipun pramugari sudah dibekali ilmu persalinan, Andy tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang hamil dan ingin menggunakan jasa penerbangan agar terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter kandungan. Para bumil dengan usia kandungan sudah tua diminta untuk tak memaksakan diri bepergian.
"Kami juga ingin memberitahu ke masyarakat, kalau sudah hamil 36 minggu itu tidak boleh naik pesawat," katanya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengapresiasi semua pihak yang telah membantu seorang ibu melahirkan di dalam pesawat Batik Air. Para awak kemudian dengan dengan sigap membawanya ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan lanjutan pada Sabtu 8 Juli 2017.
"Hal ini mengindikasikan kesigapan dan kerja sama yang baik para operator di lapangan dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam keadaan darurat. Seperti misalnya para pramugari, pilot, petugas ATC, groundhandling dan petugas darat yang lain," papar Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agoes Soebagio. (cr1/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
