
Pemudik yang hendak masuk ke area keberangkatan Stasiun Senen, Jakarta.
JawaPos.com - Selama ini setiap arus mudik, para calon penumpang akan selalu berjubel di stasiun, terminal ataupun bandara, maupun pelabuh. Keberadaan mereka tak lain menunggu waktu untuk diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing.
Namun selama ini kerap ada pemandangan kurang indah, yakni ibu menyusui di tengah keramaian terpaksa menyusui buah hatinya di tengah keramaian tanpa ada pelindung atau penutup. Tak ayal apa yang dilakuan ibu menyusui itu jadi tontonan masyarakat calon pemudik yang akan berangkat naik kendaraan, kereta atau pesawatnya.
Belajar dari pengalaman itu, kin PT KAI berusaha untuk lebih ramah terhadap ibu menyusui. Pada arus mudik 2017 ini, PT KAI untuk di Stasiun Senen menyediakan ruangan khusus untuk ibu menyusui.
Pelaksana harian Manager Humas Daop I, Mahendro Bawono menyebutkan, tempat khusus ibu menyusui itu disediakan di Peron I dan Peron III. Ukuran ruangan itu 2x3 meter. Di dalamnya ada kulkas yang bisa digunkan untuk menyimpan ASI. "Memang disediakan khusu untuk ibu menyusui di Stasiun Pasar Senen," ujar Mahendro kepada JawaPos.com, Senin (19/6).
Lewat pengeras suara, PT KAI juga selalu memberikan pemberitahuan bahwa di Stasiun Pasar Senen telah menyiapkan ruang untuk ibu menyusui. Sehingga para ibu tidak perlu khawatir mencari tempat untuk menyusukan anaknya. "Sosialisasi memang rutin dilakukan kepada para pemudik," ungkapnya.
Musala untuk pemudik juga terus diperbaiki. Sehingga apabila sudah jadi nanti tempat ibadah itu akan enak untuk dipandang. "Saat ini memang musala sedang diperbaiki jadi belum bisa maksimal digunakan," katanya.
Selain itu fasilitas ruang khusus untuk merokok juga telah disiapkan. Tempat itu lokasinya di Peron I ada dua buah, dan di Peron III ada dua buah juga. Sehingga pemudik tidak tergangu ada orang yang merokok karena asapnya itu. "Tempat merokok juga banyak di luar stasiun, salah satunya di dekat parkiran motor," pungkasnya.
Untuk tahun ini PT KAI juga menyediakan arena bermain untuk anak. Kegiatannya mewarnai gambar, dan merakit miniatur kereta. Di arena itu juga ada para pendongeng. Itu dilakukan agar pemudik yang membawa anaknya bisa bermain dan tidak jenuh menunggu kereta.(cr2/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
