
Ilustrasi
JawaPos.com – Cairan air keras dapat melukai siapapun. Dengan dosis sedikit saja, cairan ini sudah merusak bagian tubuh. Air keras memiliki tingkat keasaman yang rendah, tidak seperti air dengan pH netral. Karena itu jika terpapar air keras, maka kulit akan melepuh, terbakar, dan mengerit hingga dehidrasi. Lalu apa yang harus dilakukan jika terkena air keras?
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Angkatan Darah (RSAD) Denpasar, Bali, Laksmi Duarsa, Selasa (11/4) menjelaskan siapapun yang terkena air keras, harus segera melakukan beberapa hal ini. Apalagi jika terkena di bagian area mata, maka ada sejumlah tindakan medis yang dilakukan.
1. Lepaskan Semua Benda yang Menempel
Saat tersiram cairan kimia air keras, maka bisa saja aliran airnya mengalir ke beberapa benda yang menempel di tubuh. Seperti pakaian atau aksesori jam tangan dan lainnya. Maka itu semua harus segera dilepas dari tubuh.
“Harus lepaskan semua pakaian. Jam tangan, baju, cincin, atau apa saja yang dikhawatirkan ikut terkena air keras. Karena nanti jika kena ke kulit, akan bereaksi lagi. Peluang sembuhnya tergantung seberapa banyak dosis cairan yang terkena,” jelas dokter lulusan Universitas Airlangga ini.
2. Cuci dengan Air Mengalir
Untuk menetralkan tingkat keasaman air keras yang terpapar di tubuh, maka dengan membersihkan luka dengan air mengalir yang memiliki pH netral. Hal itu akan mengurangi sedikit konsentrasi cairan. Usahakan air keras itu jangan sampai mengalir lagi ke permukaan kulit lainnya.
“Jika cairan air keras terlalu lama diam di permukaan tubuh, kulit, lapisan selanjutnya adalah lemak, otot, lalu tulang juga bisa terkena dampak,” ungkapnya.
3. Bahaya Jika Terhirup
Jika terhirup, maka cairan air keras bersifat sebagai toksin atau racun. Hal ini mengakibatkan dehidrasi tingkat tinggi karena semua cairan tubuh diambil oleh cairan ini.
4. Terkena Mata
Pertahanan paling utama secara alami dari seseorang saat terkena debu atau kotoran di mata adalah dengan berkedip. Begitu pula dengan seseorang yang terkena siraman air keras pasti secara spontan akan berkedip sebagai pertahanan bola mata. Karena sifatnya korosif, jika terpapar maka akan membuat kulit menggelembung dan mengerut kembali.
“Namanya adalah proses sikatrit, menimbulkan bekas pada saat nanti dia setelah sembuh. Jika terkena mata bisa terjadi perlengketan. Supaya enggak mengerut atau lengket agar ditarik matanya dibuka, dijahit lalu ditarik di bagian atas dan bagian bawah mata agar penyembuhan mudah dilakukan,” kata Laksmi. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
