
Gloria Morgen
JawaPos.com – Semangat Gloria Morgen, Duta Perdamaian Internasional oleh Eubios Ethics Institute dan International Peace and Development Ethics Centre (IPDCE) 2015 di Thailand begitu besar untuk memajukan perekonomian pedesaan.
Anak muda yang lahir di Palembang, 10 November 1991 ini merupakan lulusan Universitas Katolik Parahyangan Bandung jurusan teknik kimia. Latar belakang pendidikan Gloria memang tidak berhubungan dengan karir yang ditempuhnya di dunia sosial
Kecintaan Gloria kepada masyarakat kurang mampu membuatnya meraih segudang prestasi. Gloria bahkan mendapatkan undangan resmi dari Kedutaan Besar Amerika untuk mengikuti Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Amerika pada Maret-April 2017. Gloria telah memenangkan berbagai kompetisi sosial bisnis, menjadi delegasi di berbagai konferensi, mendapatkan penghargaan nasional dan internasional.
Warga Jakarta Utara ini memang memiliki kecintaan untuk berbagi dengan orang lain. Lewat organisasi sosial yang dibangun bersama teman-temannya, Gloria memberikan dampak positif melalui Glow for Indonesia, organisasi sosial yang dibentuknya sejak 28 Oktober 2012. Lewat organisasi itu, Gloria bersama teman-teman kuliahnya saat masih duduk di bangku kuliah membantu sebuah desa di Jawa Barat yaitu Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Caranya dengan budidaya ternak lele untuk memiliki nilai ekonomis dijual ke pasar atau diolah menjadi abon lele, pecel lele, nugget lele, dan produk olahan lainnya. Menurut Gloria, semuanya berkat kerja keras dan mimpi. Saat itu dia berpikir apa yang bisa diberikan oleh anak muda di luar perkuliahan.
“Kami berlima bikin gerakan bantuin desa yang dekat kampus. Awalnya hanya patungan dengan teman-teman membantu desa ada 7 kepala keluarga. Lalu saat sudah berdiri, kami ikut kompetisi dan mendapatkan modal untuk membangun desa itu,” ungkap Gloria.
Hingga saat ini perekonomian di desa itu masih bergeliat. Gloria bersama teman-temannya menuntun warga di tahap awal hingga menjadi mandiri. Mereka bekerjasama dengan para peternak yang sudah mengerti dan Dinas Perikanan setempat.
“Warga sadar budidaya itu menguntungkan. Sebelum kita datang, ada mahasiswa lain bantu mereka. Tapi enggak dituntun, hanya dimodalin saja sehingga gagal. Warga masih penasaran, kita bantu dengan otodidak. Kami enggak ada bakat sama sekali, hanya belajar lewat buku dan dibantu pihak terkait,” tuturnya.
Gloria bersama organisasi sosialnya masih berlanjut mengerjakan berbagai proyek selanjutnya. Dia berharap seluruh anak muda dapat menularkan energi positif. “Sukanya pasti ketika kita menolong orang malah kita yang bahagia jadi belajar bersyukur. Dukanya, banyak orang yang tak seberuntung kita. Kadang masih ada yang kurang menghargai meski sudah dibantu. Jadilah seseorang yang bisa memberikan sesuatu bagi sekitar,” tegasnya.
Selain Duta Perdamaian Internasional, Gloria merupakan Delegasi Indonesia pada Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Amerika Serikat pada tahun 2017. Dia adalah peraih apresiasi International Inspiring Youth 2017 di China oleh United Nations-HABITAT serta Top 32 Anak Muda Inspirasional di Indonesia oleh United Nations Population Fund (UNFPA) 2015.
Gloria juga mendapatkan undangan resmi ke Istana Negara Indonesia, penyampai pidato pada Kongres Pemuda 2016 di MPR-Indonesia dan mendapatkan undangan resmi dari Datuk Stella Chin sekaligus Milioner yang mendunia, untuk mengunjungi perusahaannya di Malaysia tahun 2016. Banyak pula segudang prestasi Gloria lainnya di bidang sosial. Berbagi pengetahuan di berbagai seminar atau konferensi, menjadi salah satu kegiatan yang disukai oleh Gloria. Gloria juga sering menjadi pembicara di konferensi internasional.
Gloria juga menulis buku. Buku pertamanya berjudul “Untold Stories of College Life”, telah terbit sejak Oktober 2015. Buku ini bercerita mengalami pelajaran hidup selama masa kuliah dan penemuan jati diri yang diceritakan dalam bentuk fiksi. Cerita pengalaman Gloria dalam memberikan dampak positif pun telah diangkat dalam penerbitan buku secara internasional dengan judul “Investing in Young People” oleh UNFPA, yang terbit sejak Agustus 2015. Pada Bulan November 2016, Gloria baru saja meluncurkan buku berjudul “Unstoppable Hopes”. “Buku ini merupakan sebuah guide book bagi mereka yang salah mengambil jurusan kuliah, agar memperoleh hidup yang maksimal, bercerita tentang diri saya,” tutup Gloria. (cr1/JPG)

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
