
EDUKASI: Sejumlah pengunjung mengamati mumi Raja Ramses II (Firaun) yang dipamerkan di Balai Pemuda Surabaya, kemarin (5/10). Meski hanya replika, mumi itu menjadi daya tarik pengunjung karena kemiripannya dengan mumi asli yang berada di Mesir mencapai 99
JawaPos.com SURABAYA – Nama Firaun tentu tidak asing bagi masyarakat luas. Hampir semua tahu tentang Raja Mesir kuno yang menganggap dirinya sebagai Tuhan tersebut.
Kini, Firaun atau Raja Ramses II tersebut sedang berada di Pameran Mumi di Balai Pemuda Surabaya, Jawa Timur. Jasad Firaun yang berusia 3.000 tahun itu terbilang masih bagus.
Rambut pirangnya masih utuh, walaupun hanya di bagian belakang kepalanya saja. Gigi bagian atasnya juga terlihat masih bagus.
Hidung mancung dan agak lancip khas keluarga keturunan Ramses juga masih jelas terlihat. Bagian tangan dan kakinya terlihat masih dibebal dengan kain kafan khas mumi.
Warna kulitnya yang sudah agak menghitam membuat tampilan mumi Firaun itu tampak menyeramkan.
Kepala pameran mumi, Diemas Riyadh, mengatakan bahwa mumi Firaun tersebut hanya replika. Namun, replika itu memiliki tingkat kesamaan dan kecocokan dengan mumi aslinya yang berada di Mesir.
Ia menyatakan bahwa hampir tak ada perbedaan antara mumi replika dengan mumi Firaun yang asli.
“Proses pembuatan mumi itu telah mendapat persetujuan dan telah melalui penelitian yang panjang oleh pihak Pemerintah Mesir. Hasilnya 99 persen sempurna,” ujarnya, di sela-sela pameran seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Selasa (6/10).
Mumi yang memiliki tinggi tubuh 170 cm dan berat 80 kg itu menjadi pusat perhatian pameran tersebut. Beberapa pengunjung terlihat mengamati dengan seksama mumi raja yang menjadi musuh utama Nabi Musa tersebut.
“Seram juga ya. Hidungnya mancung. Giginya masih utuh gitu,” celetuk Ni Kadeq Yesi, pelajar SMK Kesehatan, Surabaya, yang mengunjungi pameran mumi tersebut.
Yesi sempat mengira bahwa mumi tersebut asli, bukan replika. “Kalau enggak diberi tahu, enggak mungkin saya tahu bahwa itu hanya mumi replika,” lanjut siswi kelas XII itu.
Selain mumi, dalam pameran tersebut juga dipamerkan beberapa barang penting yang menjadi simbol kekuatan Firaun dan Nabi Musa pada masa kejayaannya silam. Di antaranya adalah tongkat yang selalu dibawa oleh Firaun ke mana pun dia pergi dan tongkat dari para penyihir Firaun yang konon bisa berubah menjadi ular.
Ada juga sarkofagus Firaun yang berwarna emas dan berukuran hampir 2 meter. Sarkofagus adalah tempat untuk menyimpan mumi. “Semua yang ada di sini sesuai dengan barang aslinya yang berada di Mesir,” tambah Diemas. (gus/hen/awa/jpg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
