Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 September 2015 | 15.26 WIB

Idul Adha, Acuannya Pemerintah Indonesia, Bukan Arab Saudi

Idul Adha, Acuannya Pemerintah Indonesia, Bukan Arab Saudi - Image

Idul Adha, Acuannya Pemerintah Indonesia, Bukan Arab Saudi

JawaPos.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang fatwa Prof Huzaimah Tahido Yanggo menaggapi perbedaan Idul Adha yang terjadi kali ini. Ia menuturkan, acuan Idul Kurban itu bukan pelaksanaan wukuf di padang Arafa.



"Acuan Idul Adha adalah kalender hijriyah," katanya di Jakarta, Minggu (13/9) malam.



Huzaimah mengatakan Idul Adha dilaksanakan setiap 10 Zulhijah. Ketika pemerintah Indonesia menetapkan 10 Zulhijah jatuh pada 24 September, maka ya keputusan ini yang diikuti. Bukan keputusan pemerintah Arab Saudi.



Sementara itu, Ketua Bidang Tajrih, Tajdid, dan Tabligh PP Muhammadiyah Prof Yunahar Ilyas mengatakan sudah bertemu dengan Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin beberapa hari lalu.



Inti pertemuan itu adalah, Muhammadiyah meminta supaya sidang isbat digelar tertutup. "Syukur akhirnya dituruti Kemenag," katanya.



Guru besar Ulumul Quran Universitas Muhammadiyah Jogjakarta itu mengatakan, hasil hisab menyebutkan sebagian wilayah Indonesia timur tinggi hilal masih minus (-) 0,5 derajat. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian barat, tinggi hilal sudah positif (+) 0,5 derajat.



"Kita punya sistem wilayatul hukum. Jadi meskipun masih ada yang minus tinggi hilalnya, Muhammadiyah menetapkan Idul Adha 23 September," urainya. (wan/jpg)



Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore