
KH Said Aqil Siradj (tengah) terpilih kembali sebagai Ketua PBNU.
JawaPos.com - Muktamar Nadlatul Ulama (NU) ke-33 ternyata berbuntut panjang. Meski telah digelar 1-5 Agustus 2015 di Jombang, Jawa Timur, namun sejumlah masalah menyeruak ke permukaan.
Utamanya mengenai fakta kecurangan pada pelaksanaan muktamar. Tim Investigasi Muktamar Nu Ke-33 bentukan Forum Lintas Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (FLPWNU) menemukan sejumlah surat keputusan pengangkatan nonprosedural, tim juga menemukan sejumlah data yang menunjukkan rekayasa dalam pemilihan ketua umum PBNU sangat teratur.
"Data kami membuktikan proses rekayasa di Muktamar sangat terang benderang," tegas Ketua Tim Investigasi Hasil Muktamar NU, Idy Muzayyad, dalam siaran persnya, Rabu (19/8)
Idy Muzayyad menjelaskan tim menemukan tidak kurang dari 80 SK baru yang diterbitkan hanya untuk memuluskan rekayasa yang menginginkan Said Aqil Siradj kembali terpilih. Di antaranya berasal dari 14 pengurus cabang NU asal Papua.
Selain itu, sistem pemilihan AHWA yang disepakati ternyata tidak dijalankan sebagaimana mestinya. "Setelah sistem AHWA disepakati, panitia tidam melaksanakan pemilihan 9 nama seperti aturan yang disepakati. Mereka hanya mengambil 9 nama tertinggi yang diambil dari hasil registrasi peserta yang setuju sistem AHWA. Aturannya, harus pemilihan 9 nama," tambah Idy.
Belum lagi, sambung dia, prosedur baku pemilihan yang dilanggar. "Jika putaran pertama selesai dan sudah menemukan calon ketum, maka calon itu dimintakan persetujuan dari Rais Aam terpilih. Itu tidak dilalui. Semua direkayasa dan melawan aturan," tegasnya.
Selain menggagas muktamar ulang, FLPWNU juga akan menggugat hasil muktamar ke pengadilan agar ada solusi hukum.
Sebelumnya, FLPWNU menyatakan sikap menolak hasil Muktamar NU ke-33 yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, awal Agustus lalu.
"Kami, pengurus wilayah NU, menegaskan menolak hasil muktamar ke-33 karena sarat pelanggaran AD/ART, penuh rekayasa, dan manipulasi," kata Kiai Haji Makmur Masyhur dari PWNU Banten. (jpg)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
