
Presiden Jokowi Pakai Baju Adat Bugis
JawaPos.com – Gaya busana nyentrik Presiden Joko Widodo selalu menunjukkan identitas bangsa yakni dengan mengenakan kain sarung. Dalam berbagai kesempatan, Jokowi terlihat nyaman menggunakan sarung. Jokowi pun pandai melakukan padu padan busana dengan kemeja, jas, kemeja putih, bahkan kaos.
Saat sedang santai di rumah pun, bermain bersama cucu si mungil Jan Ethes, Mbah Jokowi, sapaannya, menggunakan sarung sambil bermain air di pinggir kolam renang. Jokowi juga sering mengenakan sarung saat mengunjungi sejumlah pesantren. Tak hanya sarung, Jokowi juga menambah aksesori peci hitam di kepalanya.
Kritikus Mode Sonny Muchlison mengungkapkan sejarah panjang kain sarung menjadi identitas bangsa Indonesia. Bahkan, sarung sudah lama dikenal sejak zaman kolonial Belanda.
"Long time ago, pada masa penjajahan Belanda, karena takut dengan pemberontak maka Pangeran Diponegoro lalu Antasari dan hampir semua pahlawan tipenya sama menggunakan jubah dan sorban," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (3/1).
Seiring berkembangnya agama Islam, Belanda memberikan pakaian kepada rakyat Indonesia berupa sarung dengan baju koko dan peci hitam. Lama kelamaan, gaya busana itu menjadi ciri khas para santri.
"Peci hitam ya, karena dulu yang berpeci putih itu artinya sudah melampaui haji. Tatanan itu, dipakai santriwan dan santriwati,” kata Sonny.
Pada akhirnya, belakangan di kalangan kaum intelektual, Presiden Soekarno melakukan modifikasi kain sarung dengan jas. Dengan tetap menggunakan peci hitam.
"Maka itu diteladani Pak Jokowi sebagai Mr Finding Personality berusaha mengungkap identitas lamanya dan tetap memakai peci hitam," jelas Sonny.
Sonny menilai tradisi sarung adalah pakaian yang banyak diterima di kalangan masyarakat luas bukan hanya muslim. Menurutnya, gaya seseorang berpakaian tak boleh mengintimidasi dan bisa diterima masyarakat luas. Dia mencontohkan gaya Ketua Front Pembela Islam Rizieq Shihab justru eksklusif dan hanya diterima di kalangan komunitasnya.
"Sorban putih itu jangan mengintimidasi orang lain. Busana yang baik adalah pakaian yang bisa diterima komunitas masyarakat. Dan jika tak diterima society lalu membuat orang ketakutan, maka semua merasa terintimidasi," jelasnya.
Sebelumnya, di akun Twitter-nya, Jokowi juga mengenakan sarung dan duduk di pinggir rerumputan Istana Bogor. Dalam momen hari besar keagamaan misalnya, tentu Jokowi memilih mengenakan sarung. Jokowi juga pernah mengunggah foto dirinya mengenakan sarung dan berbicara soal perikanan dan pariwisata di Nias. Saat itu Jokowi memakai kemeja putih yang biasa dipakainya sehari-hari dengan sarung bernuansa krem, abu-abu, dan hitam.
Tahun lalu, Jokowi juga mengenakan sarung saat menghadiri Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Bukan hanya sarung, gaya pakaian Jokowi juga sempat menjadi sorotan saat dia berpidato menggunakan jaket bomber bernuansa tentara (army) hingga laris manis diburu masyarakat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
