
Ilustrasi seorang perempuan yang sedang menyiapkan gaun pernikahan. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menentukan tanggal pernikahan sering menjadi keputusan penting bagi banyak pasangan. Selain kesiapan pribadi, sebagian orang juga mempertimbangkan penanggalan tradisional untuk mencari waktu yang terasa lebih selaras.
Dalam budaya Tionghoa, rujukan ini dikenal melalui Tong Shu, yakni almanak yang memetakan kecocokan hari dengan aktivitas tertentu. Fungsinya bukan meramal nasib, melainkan memberi panduan waktu secara budaya.
Menurut kalender Tionghoa (Tong Shu), sebagaimana tercantum dalam kalender Sinarmas edisi Januari 2026 yang didapatkan JawaPos.com, tidak semua hari cocok untuk pernikahan. Ada hari baik, hari biasa, dan hari tidak baik yang sebaiknya dihindari untuk acara penting.
Untuk urusan pernikahan, hari yang secara eksplisit mencantumkan aktivitas wedding sebagai kegiatan yang dianjurkan jumlahnya terbatas. Hari-hari inilah yang biasanya paling banyak dipilih oleh pasangan.
Hari baik pertama untuk menikah jatuh pada Sabtu (3 Januari 2026). Pada hari ini, pernikahan dinilai selaras bersama pertunangan, pertemuan sosial, dan perjalanan.
Kesempatan berikutnya muncul pada Minggu (4 Januari 2026). Kalender mencatat pernikahan sebagai aktivitas yang dianjurkan bersamaan dengan kegiatan sosial dan pembukaan usaha.
Memasuki pertengahan bulan, Minggu (11 Januari 2026) juga termasuk hari baik untuk menikah. Hari ini dinilai mendukung pernikahan, pertunangan, hingga penandatanganan kontrak.
Pilihan selanjutnya jatuh pada Jumat (16 Januari 2026). Pada tanggal ini, pernikahan dianggap selaras bersama pindah rumah dan aktivitas konstruksi.
Di penghujung bulan, Jumat (23 Januari 2026) kembali mencantumkan pernikahan sebagai aktivitas yang dianjurkan. Hari ini juga dinilai baik untuk memulai usaha dan perjalanan.
Terakhir, Sabtu (31 Januari 2026) menjadi hari baik untuk menikah menurut kalender Tionghoa. Penutup bulan ini dianggap mendukung pernikahan, pertemuan sosial, dan kegiatan belajar.
Di luar hari-hari tersebut, Januari 2026 juga memiliki hari biasa yang tidak secara khusus menganjurkan pernikahan. Hari biasa tetap bisa dipakai untuk aktivitas harian, namun umumnya tidak dipilih untuk acara besar seperti pernikahan.
Yang paling penting, pernikahan sebaiknya tidak dilakukan pada hari tidak baik. Dalam kalender ini, hari tidak baik jatuh pada Kamis (1 Januari), Jumat (9 Januari), Selasa (13 Januari), Rabu (21 Januari), dan Minggu (25 Januari 2026).
Dalam pemahaman Tong Shu, hari tidak baik bukan berarti hari sial. Hari tersebut hanya dinilai kurang selaras untuk keputusan besar dan biasanya disarankan untuk dihindari.
Pada akhirnya, kalender Tionghoa berfungsi sebagai panduan budaya, bukan aturan mutlak. Keputusan menikah tetap berpulang pada kesiapan pasangan, dengan kalender sebagai referensi tambahan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
