Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Oktober 2025 | 13.42 WIB

Malam Kudus: Lagu Natal untuk Menyambut Yesus Kristus dan Kedamaian, Dinyanyikan Malam Jelang Natal

Ilustrasi malam Natal, di mana lagu Malam Kudus biasa disenandungkan. (Freepik) - Image

Ilustrasi malam Natal, di mana lagu Malam Kudus biasa disenandungkan. (Freepik)

JawaPos.com - Malam sebelum Hari Raya Natal merupakan hari yang penting bagi umat Kristiani sedunia. Karena pada malam ini, umat Kristiani dapat mempersiapkan diri untuk menyambut Yesus Kristus. 

Karena agama ini telah tersebar sangat luas dan memiliki banyak sekali umat dari berbagai latar belakang, terjadi adaptasi antara agama tersebut dengan budaya setempat. 

Lalu, terjadi pula penyebaran mengenai adaptasi yang terjadi di satu tempat ke tempat lain. Termasuk lagu yang diterjemahkan ke bahasa lokal. 

Lagu “Malam Kudus” yang ikonik dan khas dengan Hari Raya Natal ini adalah lagu wajib untuk dinyanyikan pada malam sebelum hari perayaan tersebut. Dan tentunya ada cerita dibalik lagu tersebut. 

Sejarah lagu “Malam Kudus”

Dilansir dari Smithsonian, lagu ini sudah ada sejak dua abad yang lalu, tepatnya setelah perang-perang Napoleon.

Pada periode itu orang-orang mengalami banyak sekali musibah, seperti kebakaran, banjir, dan gagal panen - namun setidaknya perang telah selesai. 

Pada tahun 1816, seorang pastor bernama Josef Mohr dari Oberndorf, di sebuah desa di Salzburg (sekarang Austria), menulis sebuah puisi berjudul “Stille Nacht” untuk mengingat kehadiran akan damai. 

Namun, puisi ini baru diubah menjadi lagu dua tahun setelahnya oleh Franz Xaver Gruber, kepala sekolah dan pemain organ di Arnsdorf (sekarang Lamprechtshausen). 

Dilansir dari Southern Nazarene University, pada saat itu piano organ milik gereja rusak dan baru dapat diperbaiki setelah Hari Natal.

Karena itu, kelompok teater keliling tidak dapat mempertunjukkan drama Natal mereka di gedung sewaan.

Namun, Pastor Joseph memutuskan untuk mempertunjukkan sesuatu agar para umat tidak langsung pulang setelah misa. 

Dilansir dari WRTI, pada Malam Natal tahun 1818, puisi ini pertama kali dimusikalisasi dan dipertunjukkan sebagai lagu berjudul “Stille Nacht, Heilige Nacht”.

Pastor Joseph memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu tersebut dengan Franz setelah misa selesai. 

Mereka baru menyanyikan lagu ini karena pada saat itu Gereja Katolik tidak menyetujui penggunaan gitar untuk mengiringi nyanyian gereja. 

Dikisahkan, tukang reparasi organ bernama Karl Mauracher yang bekerja di gereja tersebut mengambil salinan lagu tersebut ke desa asalnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore