Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Agustus 2025 | 06.55 WIB

Mengenal Hari Raya Maria Diangkat ke Surga: Sejarah, Asal Muasal, Perdebatan dalam Gereja dan Antar Umat

Ilustrasi Bunda Maria diangkat ke Surga (Dok. Freepik - Image

Ilustrasi Bunda Maria diangkat ke Surga (Dok. Freepik

JawaPos.com - Minggu (10/8) ini gereja katolik sedunia merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Karena itu, ibadah atau misa yang dilaksanakan hari itu berfokuskan pada peristiwa tersebut. 

Dilansir dari Fransiscan Media, walaupun peristiwa tersebut sudah lama sekali terjadi, Paus Pius XII beru meresmikannya menjadi hari raya pada 1 November 1950. 

Tentunya untuk meresmikan hari ini Paus Pius XII membutuhkan banyak sekali bantuan. Beliau telah berkonsultasi dengan banyak sekali uskup, ahli agama dan orang-orang awam. 

Walaupun begitu, masih menjadi pertanyaan apakah Bunda Maria benar-benar diangkat ke surga untuk bertemu kembali dengan Putranya. Ataukah makamnya belum ditemukan. 

Kepercayaan 

Dilansir dari Catholic.com, doktrin mengenai diangkatnya Maria ke surga dimulai dari peristiwa historis yang disinggung dalam Kitab Suci dan diyakini oleh gereja selama ribuan tahun. 

Doktrin ini diwariskan, disebarkan dan diajarkan secara lisan. Walaupun dunia terus berkembang, doktrin ini masih diyakini oleh umat Katolik

Para arkeolog menemukan dua makam Bunda Maria, satu di Yerusalem dan satu di Efesus. Hal tersebut dianggap wajar karena Bunda Maria tinggal di kedua tempat tersebut. 

Akan tetapi, mereka tidak menemukan jasad di dalam kedua makam tersebut. Sehingga memperkuat keyakinan bahwa Maria memang diangkat ke surga. 

Karena itu, tidak ada relik dari Bunda Maria. Padahal banyak sekali umat dan gereja Katolik memperebutkan sisa-sisa dari jasad orang-orang kudus. 

Testimoni 

Dilansir dari New Advent, kebanyakan tulisan-tulisan apokrif dari abad kedua sampai keempat mendukung bahwa Bunda Maria diangkat di Yerusalem. 

Menurut 'Kisah Santo Yohanes oleh Prokhurus', yang ditulis oleh Lencius, terdapat dua surat 'B. Inatti missa S. Joanni.' Pada kedua surat itu dijelaskan bahwa Maria menghabiskan sisa hidupnya di Yerusalem. 

Sebenarnya tidak pernah ada kisah yang menghubungkan kematian dan makam Maria di Efesus. Tidak ada seorang penulis atau peziarah pun yang mengatakan bahwa makam Maria ada disana. 

Akan tetapi, dalam sebuah surat yang dikirim pada tahun 431 oleh para anggota Konsili Efesus kepada para klerus Konstantinopel, tertulis bahwa "Nestorius sampai di Efesus dimana Yohanes Sang Teolog dan Bunda Allah, dipisahkan dari jemaat Bapa Suci."

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore