
(Kiri ke kanan) Tiga terdakwa kasus penipuan biro perjalanan umrah First Travel, Kiki Hasibuan, Anniesa Hasibuan, dan Andika Surrachman ketika menjalani sidang di Pengadilan Negeri Depok, Senin (26/2).
JawaPos.com - Pengamat haji dan umrah, Ade Marfuddin menyampaikan terjadinya penipuan yang menimpa masyarakat, lantaran menjamurnya jumlah travel di Indonesia.
"Jumlahnya di atas 1.000 travel loh, mereka tahu ini usaha bisa berpeluang menghimpun dana dari masyarakat. Makanya travel berdiri, diberikan izin oleh pemerintah, kelengkapan juga mereka penuhi," terang Ade kepada JawaPos.com, Senin (5/2).
Dikarenakan travel baru semakin banyak, ada semacam persaingan harga. Maka, dimunculkanlah harga promosi yang harganya di bawah standar, inilah yang berpeluang memikat masyarakat untuk mendaftar.
"Nah, hal ini tidak sebanding antara jumlah travel umrah yang dikeluarkan izinnya dengan proses pembinaan oleh pemerintah. Pengawasannya rendah, banyaknya travel tidak diawasi dengan ketat," tegasnya.
"Jadinya apa? Travel bermain semaunya, karena tidak ada peraturan batas minimum maksimum harga. Akibatnya jamaah jadi korban. Pengawasannya itu harus terus menerus," tambahnya.
Ade menjelaskan Kemenag seharusnya memperbaiki sistem pengawasan lewat sertifikasi dan akreditasi.
"Begitu awal mengajukan izin bisa saja gedung bagus, AC ada, fasilitasnya, pekerja layak, ya hari itu. Begitu izin dipegang, dia pindah ke tempat yang beda dari pertama. Hal seperti ini yang seharusnya diawasi benar," jelasnya.
Pentingnya akreditas, jelas Ade, untuk menjaga tingkat penyelenggaraan umroh yang amanah dan profesional.
Lalu mewujudkan grade travel, agar grade meningkat dari C ke B bisa dengan memperbaiki hal yang kurang.
"Dengan akreditasi, travel jadi diberikan peluang untuk membangkitkan nilai kepercayaan di masyarakat, ada kepastian untuk berangkat," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
