
Warga tampak menggunakan perahu saat memungut sampah plastik dan eceng gondok di Sungai Citarum, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (4/6). (Abdan Syakura-ANTARA)
JawaPos.com – Dunia kini dihadapkan dengan tiga krisis dimulai dari perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi yang saling berkaitan satu sama lain.
Semua krisis di atas berhubungan erat dengan sampah plastik yang menjadi tema dalam Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.
Dikutip dari situs berita ANTARA, Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 mengangkat tema "Hentikan Polusi Plastik" yang diperingati pada Kamis (5/6) ini.
Sampah plastik yang mencemari lingkungan dapat menyebabkan polusi dan kerusakan pada ekosistem seperti kematian flora beserta fauna.
Kerusakan ekosistem menjadi salah satu faktor yang meningkatkan suhu permukaan bumi dan berdampak pada perubahan iklim.
Dilansir dari unep.org, United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat pada 2020 secara global terdapat 9-14 juta ton sampah plastik yang berakhir di lautan dan akan bertambah pada beberapa tahun mendatang.
UNEP memprediksi sampah plastik diyakini dapat bertambah menjadi 23-37 juta ton hingga 155-265 juta ton masing-masing pada 2040 dan 2060.
Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada 2024 mencatat terdapat 34,2 juta ton sampah yang berhasil dikumpulkan dari 317 kabupaten/kota di Indonesia dengan 19,74 persen adalah sampah plastik.
Jumlah itu menunjukkan peningkatan sampah plastik dari 11 persen menjadi 19,26 persen masing-masing pada 2010 dan 2023.
Sampah plastik yang mencemari lingkungan terbuat dari bahan bakar fosil itu tidak dapat terurai dengan mudah dan mempertahankan bentuknya mulai belasan hingga puluhan tahun.
Adapun sampah plastik yang mencemari lingkungan yang bertuliskan "made in Indonesia" dikhawatirkan dapat menjadi isu polusi lintas batas ketika mengalir ke laut dan berakhir di negara lain.
Muhammad Reza Cordova, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan bahwa sampah yang berasal dari Indonesia akan berakhir di perairan internasional sekitar satu tahun, dilansir dari brin.go.id.
Reza juga memaparkan kebocoran sampah plastik rata-rata sebanyak 484 ribu ton per tahun dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp25 triliun hingga Rp255 triliun per tahun.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Indonesia di sisi lain sudah mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi kebocoran sampah plastik di Indonesia.
KLH sudah berusaha menghentikan impor bahan baku sampah untuk industri daur ulang dan menertibkan tempat pemrosesan akhir (TPA) yang melakukan pembuangan secara terbuka.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
