Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Maret 2018 | 17.10 WIB

Pemerintah Harus Kirim Dokter Kepresidenan untuk Kesehatan Habibie

Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie ketika masih sehat. - Image

Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie ketika masih sehat.

JawaPos.com - Kondisi Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, yang menurun dan tengah mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Jerman, perlu dikawal pemerintah Indonesia dengan mengirimkan dokter kepresidenan.


Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy berharap, agar pemerintah dapat segera mengirim tim dokter kepresidenan ke Jerman untuk membantu atau mensupervisi kemungkinan operasi yang akan dilakukan untuk Habibie.


Pengiriman itu bukan hanya karena standar protokol untuk Habibie yang merupakan Presiden ke-3 Indonesia, melainkan jangan sampai Indonesia sebagai tanah tumpah darah suami almarhumah Ainun Habibie itu justru kalah perhatian dengan Jerman yang hanya merupakan tempat studinya.


"Sehubungan kondisi Pak Habibie, saya berharap pemerintah dapat segera mengirim tim dokter kepresidenan sebagai bagian dari prosedur dan penghargaan kita kepada putra bangsa yang pernah memimpin kita yang tengah dirawat di negara lain," demikian dikatakan Rommy di Jakarta sebagaimana yang tertulis di dalam keterangan persnya Minggu (4/3).


Begitu juga dengan spesifikasi dokter yang dikirim harus terdiri atas seluruh spesialis yang dibutuhkan untuk merawat Habibie. "Saya mengajak kita semua mendoakan kesembuhan pak Habibie. Bagi umat Islam, mari bersama-sama mengirimkan bacaan surat Al-fatihah untuk kesembuhan beliau," pungkasnya.


Sebagaimana diketahui, sebelumnya Sekretaris Pribadi Habibie, Rubijanto mengabarkan bahwa saat ini kondisi kesehatan pencipta pesawat Gatot Kaca itu mengalami penurunan. BJ Habibie dirawat di Klinik Starnberg Muenchen, Jerman sejak beberapa hari yang lalu.


Rubijanto menjelaskan, Habibie bermasalah dengan klep jantungnya yang bocor sehingga butuh perawatan intensif. "Harus terus diawasi dan dipantau sampai bapak benar-benar pulih," jelas dia.


Sebelumnya, pada Kamis (1/3) sekitar pukul 20.00 WIB atau 14.00 waktu Muenchen, Rubijanto sempat berkomunikasi lewat telepon dengan Habibie. Presiden ke-3 Indonesia itu dikatakannya sulit bernapas sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.


"Dengan suara parau beliau menjelaskan bahwa pada awalnya sulit dan sesak bernapas. Kejadiannya Selasa (27/2). Maka, rekan-rekan langsung membawa Bapak BJ Habibie ke Klinik Starnberg di Muenchen," lanjut Rubijanto.


Tim medis, terang Rubi, menemukan klep jantung Habibie bocor. Akibatnya, ada penumpukan air pada paru-paru sampai 1,5 liter. Lantaran hal inilah Habibie sulit bernapas.


"Nanti tim dokter akan melakukan pemasangan kateter (dari mulut) untuk mengetahui persisnya kebocoran klep jantung dan untuk menentukan tindakan mana yang lebih tepat akan ditempuh," katanya.


Saat ini Pemerintah Jerman memberikan perhatian penuh dan menawarkan apa yang dapat dibantu untuk mengembalikan kondisi kesehatan Habibie seperti semula.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore