Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 21.01 WIB

Struktur Liturgi Vigili Paskah: Simbol-Simbol Kudus dalam Perayaan Kebangkitan

Empat struktur Liturgi Vigili Paskah menggambarkan keseluruhan perjalanan iman umat dari kegelapan menuju terang, dari kematian menuju kehidupan. (Freepik) - Image

Empat struktur Liturgi Vigili Paskah menggambarkan keseluruhan perjalanan iman umat dari kegelapan menuju terang, dari kematian menuju kehidupan. (Freepik)

JawaPos.com - Vigili Paskah adalah perayaan liturgi teragung dalam kalender Gereja Katolik, dirayakan setelah matahari terbenam pada Sabtu Suci dan sebelum fajar Minggu Paskah. Liturgi ini memiliki struktur yang sangat kaya dan mendalam, terdiri dari empat bagian utama yang menggambarkan keseluruhan perjalanan iman umat—dari kegelapan menuju terang, dari kematian menuju kehidupan. Berikut empat struktur Liturgi Vigili Paskah dilansir dari Keuskupan Agung Jakarta.

1. Upacara Cahaya (Lucernarium)

Perayaan Vigili Paskah dimulai di luar gereja dengan suasana gelap sebagai lambang dunia yang masih dalam bayang-bayang dosa. Imam memberkati api baru—api yang belum pernah digunakan sebelumnya—sebagai simbol terang Kristus yang mengalahkan kegelapan. Dari api itu, Lilin Paskah (Paschal Candle) dinyalakan.

Lilin ini kemudian diarak memasuki gereja yang masih gelap. Imam atau diakon menyanyikan tiga kali seruan: "Kristus, Cahaya Dunia", yang dijawab oleh umat: "Syukur kepada Allah." Umat kemudian menyalakan lilin pribadi dari api Lilin Paskah, dan perlahan gereja menjadi terang oleh cahaya lilin, mencerminkan bagaimana terang Kristus menyebar dalam dunia yang gelap.

Setelah Lilin Paskah ditempatkan di dekat altar, diakon atau imam menyanyikan Exsultet, nyanyian pujian kuno yang mengagungkan misteri kebangkitan dan makna Lilin Paskah.

2. Liturgi Sabda

Bagian kedua dari Vigili Paskah adalah Liturgi Sabda yang memperlihatkan seluruh sejarah keselamatan. Bacaan-bacaan Kitab Suci disusun secara progresif, dimulai dari kisah penciptaan hingga nubuatan Mesias dan penggenapannya dalam kebangkitan Kristus.

Secara tradisional, terdapat tujuh bacaan dari Perjanjian Lama, yang dapat dikurangi bila perlu, dan dua bacaan dari Perjanjian Baru (termasuk Injil). Setelah setiap bacaan Perjanjian Lama, umat menyanyikan mazmur tanggapan dan imam membacakan doa yang menghubungkan bacaan tersebut dengan keselamatan dalam Kristus.

Setelah bacaan terakhir dari Perjanjian Lama, Madah Kemuliaan (Gloria) dinyanyikan, lonceng gereja dibunyikan untuk pertama kalinya sejak Kamis Putih, dan suasana liturgi berubah menjadi penuh sukacita. Lalu dibacakan Surat dari Rasul Paulus dan Injil Kebangkitan, yang merupakan puncak pewartaan Sabda.

3. Liturgi Pembaptisan

Bagian ketiga adalah saat Gereja merayakan kelahiran kembali umat baru dalam Kristus. Imam memberkati air baptis, dan jika ada katekumen, mereka menerima Sakramen Pembaptisan. Dalam banyak tradisi, para katekumen juga langsung menerima Krisma dan Komuni Pertama.

Setelah pembaptisan, seluruh umat diajak memperbarui janji baptis—menolak dosa dan mengikrarkan iman kepada Allah Tritunggal. Lalu imam memerciki umat dengan air suci sebagai lambang penyucian dan pembaruan hidup. Ini menjadi momen simbolis bahwa kebangkitan Kristus juga membawa kebangkitan hidup baru bagi umat-Nya.

4. Liturgi Ekaristi

Puncak Vigili Paskah terletak dalam Liturgi Ekaristi, saat Gereja bersatu dengan Kristus yang bangkit melalui perjamuan Tubuh dan Darah-Nya. Suasana sukacita sepenuhnya dirasakan dalam bagian ini. Lagu Alleluia dinyanyikan kembali dengan penuh semangat setelah "puasa" liturgis selama Masa Prapaskah.

Dalam bagian ini, seluruh umat merayakan misteri Paskah secara nyata—mengalami kehadiran Kristus yang bangkit melalui sakramen Ekaristi. Misa ditutup dengan berkat meriah dan umat diutus untuk membawa sukacita kebangkitan ke dalam dunia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore