Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 21.10 WIB

Jumat Agung: Hari Ketika Kasih dan Pengorbanan Tak Terhingga Tersalib di Golgota

Umat Katolik menyaksikan teatrikal Jalan Salib Kreatif di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat (18/04/2025). Acara tersebut merupakan rangkaian Jumat Agung dan Paskah untuk mengajak umat untuk bisa lebih menghayati. HANUNG HAMBARA/JAWA POS - Image

Umat Katolik menyaksikan teatrikal Jalan Salib Kreatif di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat (18/04/2025). Acara tersebut merupakan rangkaian Jumat Agung dan Paskah untuk mengajak umat untuk bisa lebih menghayati. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

JawaPos.com - Di tengah pekan suci umat Kristiani, ada satu hari yang begitu hening namun sarat makna: Jumat Agung. Tidak ada gegap gempita atau perayaan meriah. Yang ada justru kesunyian, kesedihan, dan perenungan mendalam atas sebuah pengorbanan agung—hari ketika Yesus Kristus disalibkan demi keselamatan manusia.

Dilansir dari Kitab Digital, Jumat Agung bukan sekadar hari libur keagamaan. Ini adalah momen yang menjadi inti dari iman Kristiani, hari ketika Sang Juru Selamat memikul salib menuju Golgota dan menuntaskan tugas penebusan-Nya.

Peristiwa ini menjadi penggenapan nubuat para nabi, yang menyatakan bahwa Mesias akan menderita demi umat manusia. Bagi gereja mula-mula, Jumat Agung adalah peringatan yang sakral, telah dirayakan sejak abad ke-4 dan terus diwariskan lintas generasi hingga kini.

Secara teologis, Jumat Agung melambangkan kasih Allah yang begitu dalam. Bukan karena manusia layak, melainkan karena kasih karunia. Yesus, yang tidak berdosa, memilih jalan salib agar manusia bisa berdamai kembali dengan Allah. Dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, tertulis: “Kristus telah mati karena kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Inilah kasih yang tak bersyarat—kasih yang menjelma dalam luka, paku, dan mahkota duri.

Di banyak gereja, Jumat Agung diperingati melalui ibadah yang khusyuk dan penuh penghayatan. Tidak ada misa seperti biasa. Liturgi yang dijalankan bersifat kontemplatif: dimulai dengan kisah sengsara Yesus menurut Injil Yohanes, penghormatan kepada salib, dan penerimaan komuni dari hosti yang dikonsekrasi pada Kamis Putih. Umat juga mengikuti devosi Jalan Salib, menyusuri jejak penderitaan Kristus dari pengadilan Pilatus hingga ke puncak Kalvari.

Tak hanya ritual, hari ini juga menjadi ajakan untuk berpuasa, menahan diri, dan merenungkan kembali relasi pribadi dengan Tuhan. Jumat Agung adalah momen untuk bertanya: sudahkah kita benar-benar memahami harga penebusan yang telah dibayar?

Jumat Agung memang sunyi, tetapi bukan tanpa harapan. Dalam diamnya, ada kekuatan. Dalam gelapnya, ada janji akan fajar kebangkitan. Hari ini mengajarkan bahwa penderitaan bukan akhir, bahwa kematian bukan kekalahan. Justru dari salib, kehidupan baru dimulai.

Bagi umat Kristiani, Jumat Agung bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang memperbaharui iman dan pengharapan. Sebab dari salib, mengalir kasih yang tak pernah habis—kasih yang sanggup menyelamatkan dunia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore