Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Januari 2025 | 15.28 WIB

Ustaz Adi Hidayat: 3 Hikmah Peristiwa Isra dan Mikraj sebagai Solusi Ketika Menghadapi Ujian Hidup

Ustadz Adi Hidayat jelaskan doa pelunas hutang (Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official)

JawaPos.com - Peristiwa Isra Mikraj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebuah perjalanan spiritual yang luar biasa, tetapi juga sarat dengan pelajaran hidup yang relevan dengan tantangan zaman sekarang.

Ketika segala harapan tampak memudar dan dunia seakan tidak berpihak, Nabi Muhammad SAW mengalami perjalanan yang melampaui batas nalar manusia.

Isra Mikraj, dua peristiwa yang tak hanya mengagumkan, tetapi juga menyimpan makna mendalam tentang keteguhan hati, kepercayaan, dan ketakwaan kepada Allah.

1. Ujian Berat Pasca Kehilangan Dua Pelindung Utama

Dikutip JawaPos.com dari kanal Youtube AdiHidayatOfficial (27/01), tahun yang penuh ujian bagi Nabi Muhammad SAW dimulai dengan wafatnya Sayyidah Khadijah, istri tercinta yang selama ini menjadi penopang dakwah Nabi.

Tak lama kemudian, Abu Talib, pamannya yang juga menjadi pelindung utama Nabi, meninggal dunia. Kehilangan ini bukan hanya menjadi duka pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi persekusi dan penghinaan terhadap Rasulullah SAW.

Tanpa perlindungan mereka, Nabi Muhammad SAW harus menghadapi tantangan yang lebih berat dalam menyebarkan wahyu dan dakwah Islam.

Menghadapi kenyataan pahit ini, Nabi Muhammad SAW tidak menyerah. Beliau mencari harapan baru dengan melakukan perjalanan ke Ta'if, sebuah kota yang diharapkan bisa menerima dakwah Islam.

Namun, perjalanan panjang sejauh 100 km dengan berjalan kaki tersebut ternyata berakhir dengan kekecewaan. Alih-alih mendapatkan dukungan, Nabi justru disambut dengan penghinaan dan kekerasan, hingga Zaid bin Harithah, sahabat dekat Nabi, terluka saat mencoba melindungi beliau.

2. Sikap Elegan Nabi dalam Menghadapi Penghinaan

Sikap Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi persekusi di Ta'if menunjukkan kedewasaan spiritual yang luar biasa.

Saat malaikat Jibril menawarkan untuk menghancurkan penduduk Ta'if dengan menghimpun bukit di atas mereka, Nabi Muhammad SAW menolak tawaran tersebut dengan penuh kebijaksanaan. Beliau mengatakan, "Boleh jadi mereka tidak tahu. Mungkin nanti akan ada keturunan mereka yang menerima dakwah ini."

Tindakan Nabi ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana seharusnya kita merespons keburukan dengan kebaikan.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk tidak terprovokasi oleh kebencian, melainkan untuk merespons dengan penuh kasih sayang, bahkan terhadap mereka yang menyakiti.

2. Tawakal: Sandaran Sejati dalam Menghadapi Ujian

Kehilangan dua pelindung sekaligus, yaitu Sayyidah Khadijah dan Abu Talib, mengajarkan Nabi Muhammad SAW untuk sepenuhnya bersandar pada Allah SWT.

Dalam doanya, beliau memohon agar Allah tidak marah kepadanya, karena beliau menyadari bahwa segala ujian yang datang adalah bagian dari rencana-Nya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore